Menjaga Eksistensi Subak di Tengah Beton Perumahan, Mahasiswa S3 UHN Sugriwa Bedah Strategi Komunikasi Pura Ulun Suwi
Denpasar – Derasnya arus alih fungsi lahan di Bali menjadi tantangan serius bagi kelestarian sistem Subak, terutama yang berada di kawasan pemukiman padat. Fenomena inilah yang dibedah secara mendalam dalam Ujian Tertutup Disertasi Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, yang fokus pada upaya pemertahanan warisan budaya di tengah dinamika modernitas.
Mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi Hindu, I Nyoman Merta, menempuh tahapan krusial dalam perjalanan akademiknya pada Kamis (9/4/2026). Bertempat di Ruang Ujian Pascasarjana, Nyoman Merta mempertahankan hasil risetnya yang bertajuk “Komunikasi Sosial dalam Dinamika Subak untuk Pemertahanan Pura Ulun Suwi Subak Tegal di Perumahan Bumi Dalung Permai Badung”. Penelitian ini dianggap sangat relevan mengingat lokasi penelitian berada di jantung salah satu kawasan perumahan terbesar di Bali.
Dalam pemaparannya yang lugas selama 15 menit, Nyoman Merta menjelaskan bagaimana komunikasi sosial menjadi instrumen vital dalam menjaga eksistensi Pura Ulun Suwi. Di tengah kepungan beton perumahan Bumi Dalung Permai, pola interaksi antar-krama Subak dan masyarakat sekitar menjadi kunci agar nilai-nilai spiritual dan fungsi agraris tetap terjaga, meski lahan persawahan terus menyusut akibat tekanan pembangunan infrastruktur.
Ketajaman analisis Nyoman Merta diuji habis-habisan oleh dewan penguji yang dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Turut hadir memberikan penilaian kritis para pakar lintas disiplin, di antaranya Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, MA, Prof. Dr. Dra. Relin D.E. M.Ag, serta Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H. Sidang tertutup ini berlangsung dinamis dengan fokus pada validitas temuan lapangan terkait ketahanan budaya lokal.
![]()
Tak hanya itu, pengujian juga diperkuat oleh perspektif dari Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, MS, Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag., M.Ag, Dr. Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, S.Ag., M.Si, Dr. I Gst. Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si, serta Dr. I Made Arsa Wiguna, Sst.Par., M.Pd.H. Para penguji menyoroti pentingnya model komunikasi yang inklusif untuk menjembatani kepentingan konservasi Subak dengan dinamika warga perumahan yang heterogen.
Keberhasilan I Nyoman Merta dalam menuntaskan ujian tertutup ini menjadi kontribusi nyata bagi Program Doktor Ilmu Komunikasi Hindu dalam memberikan solusi berbasis riset terhadap isu-isu sosial di Bali. Teriring harapan dan doa, semoga hasil pemikiran ini mampu menjadi referensi kebijakan dalam melestarikan Subak sebagai identitas budaya dunia. Selamat atas pencapaian berharga ini, semoga ilmu yang diraih senantiasa memberikan kemaslahatan bagi alam, manusia, dan kebudayaan Bali secara berkelanjutan.-(Tupasca)