Raih Doktor ke-182 UHN Sugriwa, Ni Nyoman Kasih Ungkap Dampak Ekonomi Upacara Agama di Bugbug Karangasem
Denpasar – Pelaksanaan upacara keagamaan di Bali selama ini tidak hanya dipandang sebagai bentuk kesadaran spiritualitas murni, melainkan juga menyimpan potensi besar sebagai instrumen penggerak roda ekonomi dan modal sosial masyarakat. Di tengah arus modernisasi, pemaknaan ritual Hindu sering kali dipertanyakan efektivitasnya terhadap kesejahteraan hidup komunal secara nyata. Merespons tantangan sosiologi-ekonomi keagamaan tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar sidang akademik tertinggi guna membedah bagaimana implementasi ritual mampu menjadi jangkar kesejahteraan masyarakat yang berakar pada kearifan lokal.

Adalah Ni Nyoman Kasih, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, yang sukses mempertahankan hasil penelitian puncaknya dalam Ujian Terbuka Disertasi pada Selasa (09/06/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, ia memaparkan secara lugas draf riset mendalamnya yang bertajuk “Determinan Modal Sosial Upacara Agama Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Bugbug Kabupaten Karangasem Berdasarkan Tri Hita Karana”. Sidang akademik terbuka ini menjadi perhatian penting karena berhasil memotret kontribusi nyata aktivitas keagamaan terhadap penguatan jalinan sosial sekaligus perekonomian warga di Bali Timur.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Nyoman Kasih menjelaskan bahwa determinan modal sosial yang lahir dari gotong royong upacara agama di Desa Bugbug terbukti berdampak positif secara signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui kacamata filosofi Tri Hita Karana, ia membedah bagaimana kebersamaan dalam mempersiapkan yadnya mampu merekatkan hubungan harmonis antarmanusia (pawongan), meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan (palemahan), dan mempertebal keyakinan kepada Tuhan (parhyangan). Modal sosial berupa jaringan, kepercayaan, dan norma kolektif inilah yang menjadi pilar penopang kesejahteraan hidup masyarakat setempat secara berkelanjutan.
Ketajaman visi serta argumentasi ilmiah Kasih dalam meretas konsep kesejahteraan berbasis spiritualitas ini diuji secara komprehensif oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat prestisius. Hadir sebagai barisan penguji utama, Prof. dr. I Made Suastika, SU, Prof. Dr. Made Sri Putri Purnamawati, S.Ag, MA., M.Erg, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, serta Prof. Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par. Sesi diskusi dan sanggahan akademik berlangsung sangat dinamis, di mana para guru besar menelisik lebih dalam mengenai indikator-indikator kuantitatif dan kualitatif dari modal sosial yang diteliti promovenda agar mampu diaplikasikan di desa adat lainnya.
Kualitas pertanggungjawaban disertasi monumental ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta tanya jawab intensif bersama jajaran penguji lainnya, yaitu Dr. Drs. I Wayan Darna, M.Pd, Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si, Prof. Dr. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag, Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag, dan Dr. I Wayan Widnyana, SE., MM., AK., QIA. Ketanggasan dan ketenangan ilmiah yang ditunjukkan Nyoman Kasih dalam mematahkan setiap sanggahan sukses memukau seisi ruangan. Atas performa akademiknya yang luar biasa tersebut, dewan penguji sepakat menetapkan beliau berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Agama ke-182 bagi Pascasarjana UHN Sugriwa dengan predikat Sangat Memuaskan.
Keberhasilan dalam ujian terbuka ini menjadi capaian puncak yang membanggakan, sekaligus mengukuhkan posisi Dr. Ni Nyoman Kasih di barisan intelektual Hindu Nusantara yang responsif terhadap dinamika sosial-ekonomi umat. Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghaturkan ucapan selamat yang paling mendalam serta mendoakan agar gelar tertinggi ini senantiasa membawa berkah dan tuntunan luhur dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga seluruh buah pemikiran spiritual-ekonomis yang tertuang dalam disertasi ini dapat memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu teologi, serta menjadi model acuan praktis dalam merawat kesejahteraan masyarakat berbasis adat dan budaya di seluruh Indonesia. -(tupasca)
