|

Harmoni Lingkungan di Ruang Suci: Mahasiswa S2 UHN Sugriwa Bedah Strategi Komunikasi Edukasi Sampah di Pura Agung Jagatnatha

Denpasar – Pengelolaan sampah di tempat suci kini menjadi isu krusial yang memerlukan pendekatan komunikasi yang tepat demi menjaga kesucian serta kenyamanan umat. Merespons tantangan lingkungan tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar ujian akademik strategis guna memetakan efektivitas pola edukasi berbasis komunikasi persuasif di salah satu pura ikonik di jantung Kota Denpasar.

Adalah Nena Ernawati, mahasiswa Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Hindu, yang sukses menjalani tahapan akademik krusial melalui Ujian Proposal Tesis pada Selasa (07/04/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Ilmu Komunikasi Hindu, ia memaparkan rencana penelitiannya yang bertajuk “Strategi Komunikasi Persuasif Dalam Edukasi Pengelola Sampah Persembahyangan (Studi Kasus : Pura Agung Jagatnatha Denpasar)”. Riset ini dinilai sangat aplikatif dalam mendukung gerakan kebersihan lingkungan yang berakar pada nilai-nilai spiritual.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Nena Ernawati menjelaskan bahwa pengelolaan sampah persembahyangan memerlukan sentuhan komunikasi persuasif agar para pengelola maupun umat memiliki kesadaran kolektif. Melalui studi kasus di Pura Agung Jagatnatha, ia ingin membedah bagaimana teknik persuasi dapat mengubah perilaku dan pola pikir dalam menangani limbah ritual secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Ketajaman visi Nena dalam merancang riset ini diuji langsung oleh jajaran dewan penguji pakar melalui sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Diskusi akademik tersebut berfokus pada penguatan metode komunikasi yang paling relevan untuk diimplementasikan di lingkungan pura tanpa mengurangi nilai religiusitas yang ada. Masukan strategis diberikan guna memastikan riset ini mampu memberikan solusi nyata bagi problematika sampah di ruang publik keagamaan.

Seminar proposal ini menandai dimulainya perjalanan penelitian lapangan yang lebih mendalam bagi Nena Ernawati sebelum melangkah ke ujian akhir. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen Pascasarjana UHN Sugriwa dalam melahirkan cendekiawan yang peka terhadap isu-isu sosial dan lingkungan hidup di Bali.

Teriring doa dan harapan terbaik, semoga proses penelitian ini senantiasa diberikan kelancaran hingga tahap ujian tesis akhir. Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelola tempat suci lainnya dalam membangun sistem komunikasi edukatif yang efektif demi menjaga keasrian pura sebagai paru-paru spiritual kota. -(tupasca)

Berita Terkait