Raih Predikat Pujian, Nyoman Merta Sah Jadi Doktor Pertama Ilmu Komunikasi Hindu UHN Sugriwa
Denpasar – Masifnya alih fungsi lahan dan derasnya ekspansi kawasan permukiman urban di Bali kini menjadi ancaman serius bagi kelestarian organisasi tradisional subak beserta pilar spiritualnya. Di tengah kepungan beton perumahan modern, eksistensi Pura Ulun Suwi sebagai hulu kesucian agraris kerap terhimpit secara sosiologis dan kehilangan ruang komunikasi kulturalnya. Merespons tantangan krusial siber-kultural tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menorehkan tinta emas dalam sejarah akademik Nusantara dengan melahirkan doktor perdana yang membawa solusi komunikasi publik guna membentengi warisan adiluhung Bali.
Adalah Nyoman Merta, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi Hindu, yang sukses mempertahankan hasil penelitian puncaknya dalam Ujian Terbuka Disertasi pada Rabu (10/06/2026). Bertempat di Aula Pascasarjana UHN Sugriwa, ia memaparkan secara gemilang disertasi monumentalnya yang bertajuk “Komunikasi Sosial dalam Dinamika Budaya Subak untuk Pemertahanan Pura Ulun Suwi Subak Tegal di Perumahan Bumi Dalung Permai Badung”. Sidang akademik terbuka ini menjadi momentum yang sangat bersejarah karena Nyoman Merta resmi dikukuhkan sebagai lulusan pertama atau Doktor ke-1 sejak dibukanya Program Studi S3 Ilmu Komunikasi Hindu di kampus setempat.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Nyoman Merta menjelaskan bahwa pemertahanan Pura Ulun Suwi di tengah heterogenitas perumahan urban memerlukan rekonstruksi pola komunikasi sosial yang adaptif. Melalui kacamata teo-komunikasi Hindu, ia membedah bagaimana krama subak melakukan strategi negosiasi kultural, pengelolaan ruang komunikasi inklusif, serta pemanfaatan media kontemporer demi membangun kesadaran kolektif bersama warga perumahan. Langkah adaptasi interaktif ini terbukti efektif meredam potensi gesekan sosiologis, sekaligus mentransformasikan pura agraris menjadi ruang harmoni sosial yang dihormati bersama oleh masyarakat urban di Dalung.
Ketajaman visi serta argumentasi ilmiah Nyoman Merta dalam meretas dinamika komunikasi sosioreligius ini diuji secara komprehensif oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat prestisius. Hadir sebagai barisan penguji utama, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, MA, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, serta Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H. Sesi diskusi akademik di Aula Pascasarjana berlangsung sangat dinamis dan impresif, di mana para guru besar secara kritis menguliti orisinalitas riset serta ketepatan model komunikasi sosiokultural yang dirumuskan oleh promovendus.
Kualitas pertanggungjawaban ilmiah doktor perdana ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta tanya jawab intensif bersama jajaran dewan penguji lainnya, yaitu Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, MS, Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag., M.Ag, Dr. Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, S.Ag., M.Si, Dr. I Gst. Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si, dan Dr. I Made Arsa Wiguna, Sst.Par., M.Pd.H. Ketangkasan dan ketenangan mental yang ditunjukkan Nyoman Merta dalam mematahkan setiap sanggahan akademik sukses memukau dewan penguji dan seluruh hadirin. Atas capaian ilmiah yang luar biasa tersebut, dewan penguji sepakat menganugerahkan kelulusan dengan predikat tertinggi: Dengan Pujian (Cum Laude).
Keberhasilan monumental dalam ujian terbuka ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, melainkan juga menancapkan tonggak sejarah baru bagi eksistensi sosiologi komunikasi Hindu di Indonesia. Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghaturkan ucapan selamat yang paling mendalam serta mendoakan agar gelar Doktor ke-1 ini senantiasa membawa vibrasi kesucian dan tuntunan luhur dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga seluruh buah pemikiran teoretis yang dilahirkan oleh Dr. Nyoman Merta ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi dunia akademik, serta menjadi model acuan praktis bagi seluruh desa adat dan komunitas subak di Bali dalam menjaga eksistensi pura di tengah derasnya arus urbanisasi modern. -(tupasca)
