|

Strategi Komunikasi Pemasaran Garam Kusamba Dibedah, Mahasiswa S3 UHN Sugriwa Dorong Penguatan Ekonomi Lokal

Denpasar – Keberadaan garam tradisional Kusamba yang legendaris kini menjadi objek kajian serius dalam dunia akademik. Melalui kacamata ilmu komunikasi, strategi pemasaran produk lokal unggulan Kabupaten Klungkung ini dibedah secara mendalam guna meningkatkan daya saing dan keputusan pembelian konsumen di pasar modern.

Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar pun menggelar Ujian Seminar Proposal Disertasi bagi mahasiswa S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu, Yackie, pada Senin (13/4/2026). Bertempat di ruang ujian gedung Yackie, ia memaparkan rencana penelitiannya yang bertajuk “Analisis Peran Bauran dan Komunikasi Pemasaran dalam Memengaruhi Keputusan Pembelian Garam Tradisional Kusamba di Kabupaten Klungkung”.

Dalam sesi pemaparan selama 15 menit, Yackie menjelaskan bahwa garam Kusamba memiliki nilai historis dan kualitas yang tinggi, namun memerlukan penguatan dari sisi bauran pemasaran (marketing mix) dan efektivitas komunikasi. Riset ini berupaya memetakan bagaimana narasi komunikasi pemasaran dapat membangun kepercayaan konsumen sehingga berdampak langsung pada peningkatan volume penjualan produk kebanggaan Bumi Serosa tersebut.

Sidang akademik ini berlangsung ketat di bawah arahan dewan penguji yang dipimpin oleh Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum. Bersama jajaran penguji kompeten lainnya, yakni Dr. I Made Arsa Wiguna, Sst.Par., M.Pd.H dan Prof. Dr. Drs. I Nyoman Linggih, M.Si, Yackie diuji ketajamannya dalam menyusun kerangka pikir yang mampu menghubungkan teori komunikasi dengan realita ekonomi kreatif di lapangan.

Tak hanya itu, masukan konstruktif juga datang dari penguji lainnya, yaitu Dr. Drs. I Ketut Tanu, M.Si, Dr. Drs. I Nyoman Temon Astawa, M.Pd, Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H, serta Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd. Para pakar menyoroti pentingnya orisinalitas penelitian ini agar dapat menjadi panduan bagi para petani garam dan pemerintah daerah dalam mengemas potensi lokal melalui strategi komunikasi yang lebih modern dan terarah.

Keberhasilan seminar proposal ini menjadi titik awal bagi Yackie untuk melakukan riset mendalam di Kabupaten Klungkung. Diharapkan, hasil akhir disertasi ini nantinya mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi khazanah Ilmu Komunikasi Hindu, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat pesisir Kusamba. Teriring doa terbaik, semoga langkah menuju gelar doktor ini senantiasa dilancarkan dan membuahkan karya yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta pelestarian warisan budaya lokal Bali.

Berita Terkait