|

Sinergi Teologi dan Sains: Mahasiswa S3 UHN Sugriwa Bedah Spektrum Energi Air Tirtha dalam Ritual Hindu Bali

Denpasar – Eksistensi Air Tirtha dalam praktik ritual Hindu di Bali kini tidak hanya dipandang dari sudut pandang teologis semata, namun mulai dibedah secara ilmiah melalui kacamata sains modern. Menanggapi fenomena interdisipliner tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar ujian akademik strategis guna membuktikan sinergi nyata antara keyakinan spiritual dan profil biologis.

Adalah Ida Bagus Ketut Mantra, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, yang menjalani tahapan krusial melalui Ujian Kualifikasi Disertasi pada Rabu (13/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program Pascasarjana, ia mempertahankan proposal penelitiannya yang bertajuk “Analisis Spektrum Energi dan Profil Biologis Air Tirtha: Kajian Interdisipliner Sinergitas Teologi-Sains Dalam Praktik Ritual Hindu Bali”. Riset ini dinilai sangat inovatif karena berupaya memetakan kaitan antara vibrasi doa dengan perubahan kualitas energi dan biologis pada air suci.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Ida Bagus Ketut Mantra menjelaskan bahwa Tirtha bukan sekadar simbol pembersihan diri, melainkan memiliki spektrum energi yang dapat diukur. Ia membedah bagaimana praktik ritual yang melibatkan mantra dan mudra mampu memengaruhi struktur biologis air, sehingga memberikan dampak kesehatan dan ketenangan psikologis bagi umat yang mengonsumsinya. Kajian ini diharapkan mampu memperkuat landasan ilmiah di balik tradisi turun-temurun masyarakat Bali.

Ketajaman visi mahasiswa dalam merancang riset ini diuji langsung oleh jajaran dewan penguji pakar. Diskusi akademik berlangsung dinamis, menelisik lebih jauh mengenai metodologi laboratorium yang digunakan untuk memvalidasi data spektrum energi tersebut tanpa mengesampingkan nilai-nilai kesucian Tirtha itu sendiri. Para penguji menekankan pentingnya riset ini untuk memberikan edukasi yang lebih luas mengenai nalar di balik ritual keagamaan di era kontemporer.

Sesi tanya jawab menjadi momentum bagi Ida Bagus Ketut Mantra untuk mempertahankan argumentasi ilmiahnya mengenai urgensi integrasi teologi dan sains. Keberhasilan ujian kualifikasi ini menjadi langkah awal yang mantap bagi beliau untuk melanjutkan ke tahapan penelitian lapangan dan pengujian sampel yang lebih mendalam demi menyandang gelar Doktor. Diharapkan, pemikiran yang tertuang dalam disertasi ini mampu memberikan sumbangsih berharga bagi pengembangan ilmu agama Hindu di Indonesia.

Ujian ini menandai komitmen Pascasarjana UHN Sugriwa dalam melahirkan akademisi yang mampu menjembatani tradisi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dunia. Teriring doa dan harapan terbaik, semoga proses menuju puncak akademik ini senantiasa diberikan kelancaran demi kemajuan peradaban Hindu yang inklusif dan progresif. -(tupasca)

Berita Terkait