Rekonstruksi Hindu Alukta: Mahasiswa S3 UHN Sugriwa Bedah Kerangka Dasar Agama dalam Perspektif Tri Hita Karana
Denpasar – Upaya menggali dan memperkuat fondasi keyakinan lokal dalam bingkai teologi Hindu terus menjadi prioritas akademik di lingkungan Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Riset-riset strategis ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keberagaman ekspresi keagamaan yang tetap berakar pada nilai-nilai luhur nusantara.
Adalah Ketut Nurhayanti, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, yang sukses menjalani tahapan krusial melalui Ujian Kualifikasi Disertasi pada Rabu (13/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Ilmu Agama, ia mempertahankan proposal penelitiannya yang bertajuk “Rekonstruksi Hindu Alukta Perspektif Tri Hita Karangka Dasar Agama Hindu”. Kajian ini dinilai sangat penting dalam memetakan kembali posisi Alukta sebagai bagian dari kekayaan spiritual Hindu yang harmonis dengan alam dan sesama.
Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Ketut Nurhayanti menjelaskan bahwa rekonstruksi ini bertujuan untuk melihat bagaimana kearifan lokal Alukta dapat dipahami melalui tiga kerangka dasar agama Hindu, yakni Tattwa, Susila, dan Upacara. Ia membedah peran konsep Tri Hita Karana sebagai instrumen untuk menjaga keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan lingkungannya dalam praktik Alukta kontemporer.

Ketajaman visi Nurhayanti dalam merancang riset ini diuji langsung oleh jajaran dewan penguji, salah satunya hadir Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag. Sesi tanya jawab menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mempertahankan argumentasi ilmiahnya serta menerima masukan strategis guna memperkuat orisinalitas temuan di lapangan. Penguji menekankan pentingnya riset ini untuk memperkaya khazanah sosiologi dan teologi Hindu di Indonesia.
Sesi ujian ini merupakan langkah awal yang mantap bagi Ketut Nurhayanti untuk melanjutkan ke tahapan penelitian lapangan demi menyandang gelar Doktor. Ketangkasannya dalam menjawab setiap poin kritis menunjukkan kesiapan mental dan penguasaan materi yang matang terhadap fenomena Hindu Alukta. Diharapkan, hasil disertasi ini nantinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan identitas religius masyarakat adat di era global.
Keberhasilan seminar kualifikasi ini menegaskan komitmen Pascasarjana UHN Sugriwa dalam melahirkan cendekiawan yang mampu menjembatani tradisi lokal dengan keilmuan agama yang modern. Teriring doa dan harapan terbaik, semoga proses menuju puncak akademik ini senantiasa diberikan kelancaran demi kemajuan peradaban dan keagamaan Hindu di tanah air. -(tupasca)
