|

Raih Doktor ke-186 UHN Sugriwa, Putu Eka Sastrika Ayu Kupas Tuntas Teologi Lontar Taru Pramana di Buleleng

Denpasar – Kekayaan naskah kuno Nusantara, khususnya Lontar Taru Pramana, tidak sekadar memuat taksonomi tumbuhan obat, tetapi juga menyimpan dimensi teologis yang mendalam mengenai sistem penyembuhan tradisional Bali. Di tengah pesatnya dominasi pengobatan medis modern, eksistensi usadha Bali berbasis sastra suci ini menjadi identitas kultural dan spiritual yang patut dipertahankan kelestariannya. Merespons urgensi pelestarian warisan intelektual leluhur tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar ujian akademik tertinggi untuk membedah kajian teo-ekologis pengobatan tradisional di Bali Utara.

Adalah Putu Eka Sastrika Ayu, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, yang sukses melewati tahapan puncak kematangan akademiknya dalam Ujian Terbuka Disertasi pada Senin (22/06/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, ia tampil meyakinkan saat mempresentasikan penelitian monumentalnya yang bertajuk “Lontar Taru Pramana Pada Kehidupan Masyarakat Hindu di Kabupaten Buleleng (Kajian Teologi Hindu)”. Sidang akademik terbuka ini menjadi tonggak sejarah penting karena mendaulat beliau sebagai lulusan Doktor ke-186 di lingkungan Pascasarjana UHN Sugriwa.

Dalam pemaparan taktis dan komprehensif selama 15 menit, Eka Sastrika Ayu menguraikan secara mendalam bagaimana pemanfaatan Lontar Taru Pramana di Kabupaten Buleleng bukan hanya sekadar rujukan farmakologi tradisional, melainkan sebuah laku spiritual yang hidup. Melalui kacamata teologi Hindu, ia membedah prinsip dasar bahwa setiap khasiat penyembuh dari tumbuhan bersumber langsung dari manifestasi kebesaran Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Kajiannya membuktikan bahwa pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat Buleleng selalu diiringi dengan kesadaran religius, menciptakan keharmonisan yang utuh antara manusia, ekosistem alam, dan Sang Pencipta.

Ketajaman analisis keilmuan promovenda dalam mengelaborasi kosmologi penyembuhan ini kemudian diuji secara ketat melalui sesi tanya jawab yang dinamis. Sidang akademik ini dihadiri dan diuji langsung oleh jajaran dewan guru besar serta akademisi pakar, di antaranya Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, Prof. Dr. Made Sri Putri Purnamawati, S.Ag, MA., M.Erg, serta Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag., M.Ag. Para penguji secara kritis menelisik validitas data lapangan serta signifikansi sumbangsih pemikiran teoretis yang ditawarkan bagi dunia keilmuan Hindu kontemporer.

Kualitas pertanggungjawaban ilmiah Eka Sastrika Ayu semakin teruji saat merespons sanggahan konstruktif dari barisan penguji ahli lainnya, yakni Prof. Dr. Ni Putu Winanti, S.Ag, M.Pd, Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H, Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D, dan Dr. I Nyoman Winia, M.Si. Ketenangan, kelugasan, serta penguasaan literatur yang sangat matang membuat promovenda sukses mematahkan setiap pertanyaan akademik yang diajukan. Atas performa ilmiah yang memukau di ruang ujian tersebut, dewan penguji sepakat menetapkan kelulusan bagi Dr. Putu Eka Sastrika Ayu dengan menyematkan predikat Sangat Memuaskan.

Segenap pimpinan dan keluarga besar Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghaturkan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian gelar akademik paripurna ini. Semoga gelar keilmuan tertinggi yang diraih senantiasa dibimbing oleh cahaya suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa, membawa berkah yang melimpah, dan menjadi suluh penerang bagi kemajuan peradaban Hindu di Nusantara. Diharapkan pula agar karya ilmiah mengenai Lontar Taru Pramana ini dapat terus diaplikasikan secara nyata untuk merawat kesejahteraan dan kesehatan umat yang bertumpu pada kemurnian kearifan lokal Bali. -(tupasca)

Berita Terkait