|

Bedah Transformasi Komunikasi Tri Manggalaning Yadnya, Ratih Prabadewi Maju Ujian Proposal S3 UHN Sugriwa

Denpasar – Pelaksanaan ritual keagamaan Hindu di Bali tidak dapat dilepaskan dari peran vital komunikasi antarpihak yang terlibat, khususnya unsur Tri Manggalaning Yadnya. Di tengah dinamika zaman, interaksi spiritual dan sosial dalam sebuah mahakarya upacara keagamaan tentu mengalami adaptasi dan transformasi. Menyadari pentingnya mengkaji pergeseran pola interaksi tersebut dari kacamata akademis, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar memfasilitasi ujian proposal riset strategis di tataran tertinggi Ilmu Komunikasi Hindu.

Momen penting ini bergulir melalui pelaksanaan Ujian Proposal Disertasi oleh mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi Hindu atas nama Ida Ayu Made Ratih Prabadewi. Sidang akademik yang berlangsung pada Selasa (23/06/2026) ini diselenggarakan di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa mengajukan rancangan penelitian bertajuk “Tranformasi Komunikasi Interpersonal Tri Manggalaning Yadnya dalam Karya Pedudusan Agung di Pura Geger Dalam Pemutih Desa Adat Peminge Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung”.

Dalam sesi pemaparan taktis yang berlangsung selama 15 menit, Ida Ayu Made Ratih Prabadewi menguraikan urgensi penelitiannya mengenai pergeseran pola komunikasi interpersonal di balik megahnya ritual keagamaan. Ia membedah bagaimana transformasi interaksi yang terjadi antara pemangku kepentingan beradaptasi dengan kondisi sosial masyarakat Desa Adat Peminge yang notabene berada di episentrum pariwisata Kuta Selatan. Kajian ini dinilai sangat strategis untuk menemukan benang merah antara pelestarian pakem tata krama komunikasi adat dengan tantangan modernisasi yang kian pesat.

Ketajaman kerangka konseptual yang ditawarkan kemudian ditelisik dan diuji kelayakannya melalui sesi tanya jawab oleh jajaran dewan penguji pakar. Sidang ini dihadiri oleh deretan akademisi terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, Prof. Dr. Ida Ayu Tary Puspa, S.Ag., M.Par, serta Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Para penguji utama ini secara kritis membedah landasan teori komunikasi Hindu serta kesesuaian metodologi kualitatif yang akan digunakan untuk membongkar realitas interaksi sosial-religius di Pura Geger Dalam Pemutih.

Sesi pendalaman proposal kian dinamis dengan masukan tajam dari jajaran penguji ahli lainnya yang turut hadir, yakni Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, MA, Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H, Dr. I Gst. Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si, dan Dr. Drs. I Ketut Tanu, M.Si. Para penguji menitikberatkan pada kelengkapan instrumen penggalian data serta relevansi sosiologis dari variabel komunikasi yang diangkat. Merespons hal tersebut, mahasiswa mampu menjawab setiap sanggahan dengan tenang dan argumentatif, membuktikan kesiapan matangnya untuk melangkah ke tahap penelitian lapangan.

Keberhasilan menempuh ujian proposal ini menjadi pijakan awal yang solid bagi mahasiswa dalam merajut karya disertasi utuhnya ke depan. Segenap pimpinan dan keluarga besar Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyampaikan apresiasi serta doa terbaik agar seluruh proses pengumpulan data hingga penyusunan laporan akhir senantiasa diberikan kelancaran. Semoga kelak hasil riset keilmuan ini mampu memberikan sumbangsih literasi yang aplikatif bagi pelestarian pakem komunikasi Hindu, serta senantiasa menjadi lentera penuntun dalam menjaga keharmonisan pelaksanaan yadnya berlandaskan tuntunan luhur Ida Sang Hyang Widhi Wasa. -(tupasca)

Berita Terkait