|

Kesehatan Mental Remaja: Mahasiswa S2 UHN Sugriwa Bedah Pengaruh Komunikasi Keluarga dan Kecerdasan Spiritual

Denpasar – Kesehatan mental remaja di era digital kini menjadi perhatian serius, terutama dalam lingkup pendidikan menengah. Merespons tantangan tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghadirkan riset mendalam yang mengupas tuntas kaitan antara pola komunikasi di rumah dan kecerdasan spiritual terhadap ketahanan mental generasi muda Hindu.

Adalah I Made Ageng Suyasa, mahasiswa Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Hindu, yang sukses menjalani tahapan akademik penting melalui Ujian Pra Tesis pada Selasa (05/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Ilmu Komunikasi Hindu, ia memaparkan rencana penelitiannya yang bertajuk “Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kesehatan Mental Remaja Hindu Di SMK Negeri 5 Denpasar”.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Ageng Suyasa menjelaskan bahwa lingkungan keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter. Melalui riset ini, ia ingin memetakan sejauh mana komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, dipadukan dengan kecerdasan spiritual berbasis nilai-nilai Hindu, mampu membentengi remaja dari tekanan mental di lingkungan sekolah maupun pergaulan siber.

Ketajaman visi Ageng dalam merancang riset ini diuji langsung oleh jajaran dewan penguji pakar, yang dihadiri oleh Dr. Dewa Ketut Wisnawa, S.Sn., M.Ag. Sesi tanya jawab yang berlangsung intensif menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mempertahankan argumentasi ilmiahnya serta menerima masukan strategis guna mempertajam metodologi penelitian di SMKN 5 Denpasar.

Seminar pra tesis ini menandai dimulainya perjalanan penelitian lapangan yang lebih mendalam bagi Ageng Suyasa sebelum melangkah ke ujian akhir. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen UHN I Gusti Bagus Sugriwa dalam melahirkan akademisi yang peka terhadap isu-isu psikologi sosial dan komunikasi humanis di Bali.

Teriring doa dan harapan terbaik, semoga proses penelitian ini senantiasa diberikan kelancaran hingga tahap ujian tesis akhir. Hasil riset ini diharapkan mampu menjadi panduan praktis bagi orang tua dan tenaga pendidik dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara mental bagi generasi emas Hindu. -(tupasca)

Berita Terkait