|

Pergeseran Nilai Altruisme: Mahasiswa Pascasarjana UHN Sugriwa Bedah Implementasi Karma Yoga di Desa Adat Petiga

Denpasar – Di tengah arus modernisasi yang kian kencang, nilai-nilai pengabdian tanpa pamrih atau altruisme dalam masyarakat Bali mengalami tantangan yang dinamis. Fenomena ini menjadi sorotan dalam riset mendalam yang dilakukan oleh akademisi muda di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar guna memetakan relevansi ajaran klasik di era kontemporer.

Adalah Ni Luh Gede Tehniadi, mahasiswa Program Magister (S2) Brahma Widya, yang sukses memaparkan rancangan risetnya dalam Ujian Pra Tesis pada Senin (11/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program Pascasarjana, ia mengangkat judul penelitian yang sangat spesifik dan sosiologis, yakni “Pergeseran Implementasi Ajaran Altruisme Karma Yoga Di Desa Adat Petiga, Marga, Tabanan”.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Tehniadi menjelaskan bahwa Desa Adat Petiga menjadi lokus yang menarik karena memiliki akar tradisi gotong royong yang kuat, namun kini mulai bersinggungan dengan nilai-nilai baru. Ia berupaya membedah bagaimana ajaran Karma Yoga—yakni bekerja sebagai bentuk persembahan tanpa mengharapkan hasil pribadi—masih dipraktikkan atau justru mengalami pergeseran makna akibat faktor ekonomi dan sosial di masyarakat Marga, Tabanan.

Ujian akademik ini berlangsung khidmat dengan diskusi yang mendalam bersama jajaran dewan penguji pakar. Hadir sebagai penguji utama, Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag dan Dr. Dra. Ni Wayan Sariani Binawati, M.Ag, yang secara kritis memberikan masukan terkait kerangka teoretis dan metodologi yang digunakan. Para penguji menekankan pentingnya riset ini untuk memberikan gambaran objektif bagi umat mengenai cara menjaga api altruisme agar tetap menyala di tengah kehidupan yang makin materialistik.

Sesi tanya jawab menjadi momentum bagi Tehniadi untuk memperkuat argumennya mengenai pentingnya revitalisasi ajaran Karma Yoga bagi generasi muda. Keberhasilan ujian pra tesis ini menandai dimulainya tahap penelitian lapangan yang lebih intensif. Riset ini diharapkan tidak hanya menjadi syarat kelulusan akademik, tetapi juga menjadi literatur penting dalam memahami sosiologi agama Hindu di Bali, khususnya mengenai pengabdian masyarakat.

Kehadiran penelitian ini mempertegas peran Pascasarjana UHN Sugriwa dalam mengawal isu-isu kemanusiaan berbasis nilai-nilai ketuhanan. Teriring doa dan harapan terbaik, semoga Ni Luh Gede Tehniadi senantiasa diberikan kelancaran dalam proses pengambilan data hingga tahap ujian tesis akhir. Sebuah langkah nyata untuk terus menjaga kearifan lokal dalam balutan pemikiran ilmiah yang cerah. -(tupasca)

Berita Terkait