|

Digitalisasi Desa Adat: Riset Doktor UHN Sugriwa Bedah Sinergi TI Berbasis Tri Hita Karana di Karangasem

Denpasar – Transformasi digital kini mulai merambah jantung pertahanan budaya Bali, yakni Desa Adat. Mengintegrasikan teknologi informasi tanpa mencabut akar tradisi menjadi tantangan besar yang memerlukan solusi cerdas. Menanggapi fenomena ini, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghadirkan riset strategis yang membedah harmonisasi tata kelola desa di era modern.

Adalah I Gede Pawana, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, yang sukses mempertahankan hasil penelitiannya dalam Ujian Seminar Hasil Disertasi pada Senin (11/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program Pascasarjana, Pawana memaparkan riset mendalam bertajuk “Sinergi Desa Adat dengan Desa Dinas dalam Penerapan Teknologi Informasi Berbasis Tri Hita Karana di Desa Adat Duda Timur, Selat, Karangasem”. Riset ini dinilai sangat krusial dalam memetakan efektivitas kolaborasi antar-lembaga desa melalui instrumen digital.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Pawana menjelaskan bahwa penerapan teknologi informasi di Desa Adat Duda Timur bukan sekadar digitalisasi administrasi. Lebih jauh, ia membedah bagaimana nilai-nilai Tri Hita Karana menjadi ruh dalam penggunaan teknologi tersebut, sehingga sinergi antara Desa Adat dan Desa Dinas mampu memperkuat pelayanan publik sekaligus melestarikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan sang pencipta.

Diskusi akademik berlangsung sangat dinamis di bawah pengujian ketat jajaran dewan pakar yang dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Bersama penguji pakar lainnya seperti Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi, M.Si, Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag, dan Prof. Dr. Drs. I Nyoman Linggih, M.Si, riset ini diuji orisinalitasnya dalam memberikan model digitalisasi pedesaan yang unik dan berbeda dari konsep umum di luar Bali.

Kualitas disertasi ini semakin diperkuat dengan masukan kritis dari Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H, Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag, serta Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si. Para penguji menyoroti pentingnya keberlanjutan sinergi ini agar teknologi informasi benar-benar menjadi alat pemberdayaan masyarakat adat, bukan justru menjadi pemicu degradasi nilai budaya lokal di masa depan.

Keberhasilan I Gede Pawana dalam seminar hasil ini menjadi langkah signifikan menuju tahapan ujian tertutup dan terbuka demi menyandang gelar Doktor. Diharapkan, temuan dalam riset ini dapat menjadi blueprint atau rujukan bagi desa-desa lain di Bali dalam mengimplementasikan teknologi informasi yang tetap mengusung kearifan lokal. Teriring doa dan harapan terbaik, semoga karya ilmiah ini memberikan kontribusi nyata bagi tata kelola desa yang modern, transparan, namun tetap teguh menjaga tradisi leluhur. -(tupasca)

Berita Terkait