Panyineban IBTK 2026: Civitas Academica UHN Sugriwa Bersatu Padu Ngayah di Pura Besakih, Rektor Tampilkan Tari Sidakarya
Amlapura – Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali meneguhkan perannya sebagai garda terdepan penjaga napas spiritualitas dan budaya Bali. Dalam momentum Panyineban Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, seluruh elemen kampus hadir dalam satu barisan kuat untuk melaksanakan aksi pengabdian masyarakat, Kamis (23/4/2026).
![]()
Kehadiran rombongan besar yang merepresentasikan soliditas institusi ini dipimpin langsung oleh Rektor UHN Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Tidak sekadar memantau, Prof. Sudiana memberikan persembahan spesial dengan ngayah menari Sidakarya, didampingi akademisi Gede Agus Budi Adnyana. Aksi ini menjadi simbol bakti sekaligus edukasi nyata bagi mahasiswa mengenai pentingnya menjaga sakralitas upacara di Pura Ibu tersebut.
Energi kebersamaan semakin terpancar dengan keterlibatan aktif Dharma Wanita Persatuan (DWP) UHN Sugriwa di bawah komando Ny. I Gusti Ngurah Sudiana. Mengenakan busana adat yang rapi, para anggota DWP bersama mahasiswi tampil memukau membawakan Tari Rejang. Persembahan ini merupakan hasil dari persiapan matang dan latihan disiplin yang telah dilakukan jauh-jauh hari sebagai wujud ketulusan bakti kepada Ida Bhatara.
![]()
Di bawah koordinasi Korpus Pengabdian, Dr. I Wayan Sujana, S.Ag., M.Ag, manajemen pergerakan civitas academica berlangsung sangat tertata. Dosen, pegawai, hingga mahasiswa berbagi peran secara harmonis, mulai dari menjaga kebersihan area pura (mareresik), melantunkan dharma gita (makidung), hingga memberikan pelayanan prima kepada para pamedek. Sinergi ini menunjukkan eksistensi UHN Sugriwa sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai gotong royong.
Rektor Prof. I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi dan militansi seluruh civitas academica. Ia menekankan bahwa kehadiran kampus di Besakih bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan implementasi fundamental dari Tridharma Perguruan Tinggi yang berlandaskan kearifan lokal Hindu.
“Kekompakan ini adalah aset terbesar kita. Terima kasih kepada seluruh elemen kampus yang telah mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk ngayah. Semoga bakti kita menjadi sumber inspirasi bagi pengabdian masyarakat selanjutnya,” tegas Prof. Sudiana. Momentum panyineban ini pun menjadi bukti nyata bahwa UHN Sugriwa tetap setia pada garis perjuangannya sebagai benteng nilai budaya dan agama di Bali. -(tupasca)