Dilema Peran Ganda: Mahasiswa S3 UHN Sugriwa Bedah Kinerja Karyawan Perempuan Hindu di Universitas Tabanan

Denpasar – Keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan domestik kini menjadi isu krusial di tengah dinamika dunia kerja modern. Menanggapi fenomena tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar ujian akademik penting yang menyoroti produktivitas serta kesejahteraan mental perempuan Hindu dalam lingkungan perguruan tinggi.

Adalah Ni Putu Sudarsani, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, yang sukses menuntaskan Ujian Tertutup Penelitian pada Senin (27/4/2026). Bertempat di ruang ujian Program Pascasarjana, ia mempertahankan riset mendalamnya yang bertajuk “Analisis Pengaruh Work Family Conflict (WFC), Stres Kerja, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Perempuan Hindu Di Universitas Tabanan”. Riset ini dinilai sangat kontekstual dalam memetakan tantangan sosiologis dan psikologis yang dihadapi pekerja perempuan saat ini.

Dalam pemaparan komprehensif selama 15 menit, Sudarsani mengungkapkan bahwa konflik peran antara pekerjaan dan keluarga (Work-Family Conflict) serta tekanan stres kerja memiliki korelasi signifikan terhadap performa di kantor. Ia membedah bagaimana kepuasan kerja dapat menjadi faktor penguat bagi karyawan perempuan Hindu di Universitas Tabanan agar tetap mampu memberikan kontribusi terbaik bagi institusi tanpa mengesampingkan kewajiban sradha dan bhakti di lingkungan keluarga.

Diskusi akademik berlangsung dinamis di bawah pengujian ketat dewan pakar yang dipimpin oleh Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag. Bersama Dr. Drs. I Nyoman Temon Astawa, M.Pd dan Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi, M.Si, para penguji menelisik lebih jauh mengenai orisinalitas temuan Sudarsani terkait cara perempuan Hindu mengelola tekanan multidimensi agar tetap produktif dan memiliki tingkat kepuasan kerja yang tinggi.

Kualitas riset ini semakin diperkuat dengan masukan strategis dari penguji pakar lainnya, yakni Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag, M.Ag, Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H, dan Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd. Sisi manajerial dan kebijakan institusi juga dibahas mendalam oleh Dr. Heny Perbowosari, S.Ag., M.Pd, Dr. Dra. Ni Nyoman Perni, M.Pd, serta Dr. I Wayan Widnyana, SE., MM., AK., QIA, guna memastikan hasil penelitian ini dapat diaplikasikan sebagai panduan organisasi.

Ujian tertutup ini menjadi langkah krusial bagi Ni Putu Sudarsani sebelum melangkah ke tahap ujian terbuka untuk menyandang gelar doktor. Diharapkan, temuan dalam disertasi ini mampu menjadi referensi bagi para pengambil kebijakan di dunia pendidikan untuk lebih memperhatikan ekosistem kerja yang mendukung keseimbangan hidup perempuan. Teriring doa dan harapan terbaik, semoga karya ilmiah ini senantiasa memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan manajemen sumber daya manusia yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan. -(tupasca)

Berita Terkait