Kupas Rahasia Spiritual Ibu Hamil, Mahasiswa S2 UHN Sugriwa Ni Made Piliawati Bedah Teologi Lontar Baberatan Wong Beling
Denpasar – Konsep ketuhanan dan kemanusiaan dalam tradisi Hindu Bali tidak hanya tertuang dalam ritus-ritus besar, melainkan juga menyentuh siklus kehidupan paling awal, yakni masa dikandungnya manusia di dalam rahim. Pemahaman mengenai kesucian proses reproduksi dan etika spiritual selama masa kehamilan menjadi fondasi krusial dalam melahirkan generasi yang suci lahir dan batin (suputra). Merespons pentingnya menggali kembali nalar teologis dari warisan sastra luhur tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar ujian akademik strategis untuk membedah teks kuno yang sarat akan kearifan lokal.
Adalah Ni Made Piliawati, mahasiswa Program Magister (S2) Brahma Widya, yang sukses memaparkan hasil penelitiannya dalam Ujian Pra Tesis/Seminar Hasil Penelitian pada Rabu (20/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Brahma Widya, ia mempertahankan draf riset mendalamnya yang bertajuk “Teologi Manusia Dalam Lontar Baberatan Wong Beling”. Penelitian ini dinilai sangat unik, langka, dan berbobot tinggi karena berani mengeksplorasi teks esoteris Bali kontemporer yang secara spesifik mengatur tentang pantangan, disiplin diri, serta dimensi spiritual seorang wanita yang sedang mengandung (wong beling).

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Ni Made Piliawati menjelaskan bahwa Lontar Baberatan Wong Beling bukan sekadar berisi petunjuk medis tradisional atau mitos belaka. Melalui kacamata ilmu Brahma Widya, ia membedah teologi kemanusiaan yang mengajarkan bahwa janin di dalam kandungan merupakan stana sementara dari percikan sakral ketuhanan (Atman). Oleh karena itu, segala bentuk perilaku, pikiran, dan asupan makanan sang ibu harus dijaga melalui laku spiritual (baberatan) demi membentuk karakter, kesucian mental, serta ketahanan psikologis sang calon manusia sejak dalam kandungan.
Ketajaman visi Piliawati dalam merajut kaitan antara spiritualitas ibu hamil dan teologi penciptaan manusia ini diuji secara ketat oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat kompeten di bidangnya. Hadir sebagai penguji utama, Dr. I Gede Suwantana, M.Ag, bersama Dr. I Made Adi Brahman, S.Ag., M.Fil.H, secara kritis membedah landasan teori tekstual serta ketepatan analisis hermeneutika yang digunakan peneliti. Sesi diskusi akademik berlangsung sangat dinamis, menelisik sejauh mana relevansi aturan-aturan kuno dalam lontar tersebut jika diimplementasikan pada realitas kehidupan ibu modern saat ini.
Kualitas hasil penelitian ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta sesi tanya jawab intensif bersama Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D dan Dr. Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, S.Ag., M.Si. Para dewan penguji memberikan arahan penting mengenai penguatan makna filosofis-edukatif dari laku baberatan agar draf tesis ini dapat menjadi literatur bimbingan spiritual keluarga Hindu yang kuat. Sesi tanya jawab tersebut menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk memperkuat argumentasi ilmiahnya, sekaligus menyempurnakan naskah hasil risetnya berdasarkan kaidah karya ilmiah tingkat magister yang kredibel.
Keberhasilan dalam seminar hasil penelitian ini menjadi batu pijakan awal yang mantap bagi Ni Made Piliawati untuk menuntaskan studinya demi meraih gelar Magister Agama (M.Ag). Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh proses penyempurnaan tesis ini ke depan diberikan kelancaran serta senantiasa dalam tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari riset ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu teologi Hindu Nusantara, serta menjadi panduan moral yang berharga dalam mencetak generasi penerus bangsa yang suci, cerdas, dan berkarakter luhur. -(tupasca)
