|

Kupas Makna Ritual Ngunya di Marga Tabanan, Mahasiswa S2 UHN Sugriwa Ari Suartika Sukses Ujian Proposal Tesis

Denpasar – Eksistensi tradisi sosioreligius di Bali merupakan urat nadi yang menjaga keseimbangan spiritual dan keharmonisan hidup masyarakat pedesaan. Di tengah pusaran modernitas, ritual komunal yang diwariskan turun-temurun tetap kokoh berdiri sebagai wujud penolak bala (bhaula) sekaligus pemersatu umat Hindu. Merespons pentingnya pendokumentasikan ilmiah dan penyelamatan nilai esoteris kearifan lokal tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar ujian akademik strategis guna mengupas tuntas esensi luhur ritual yang hidup di tanah Tabanan.

Adalah I Made Ari Suartika, mahasiswa Program Magister (S2) Brahma Widya, yang sukses mempertahankan rancangan risetnya dalam Ujian Proposal Tesis pada Kamis (21/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Brahma Widya, ia memaparkan rencana penelitian mendalam berjudul “Tradisi Ngunya Petapakan Ida Bhatara Di Pura Baleagung Sembung Marga Desa Marga Dajan Puri Tabanan Kajian Bentuk Fungsi Dan Makna”. Riset ini dinilai sangat krusial dan kontekstual karena berupaya memetakan secara utuh struktur ritual Ngunya sebagai salah satu pilar teologi kultural masyarakat Marga.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Ari Suartika menjelaskan bahwa prosesi Ngunya Petapakan Ida Bhatara di Pura Baleagung Sembung bukan sekadar arak-arakan ritual keagamaan biasa. Melalui kacamata ilmu Brahma Widya, ia membedah bagaimana wujud visual dan pergerakan Petapakan (benda sakral sungsungan) mengomunikasikan getaran spiritual perlindungan bagi seluruh warga desa adat. Langkah penelitian ini diambil untuk menguak secara mendalam tiga dimensi utama, yaitu bentuk pelaksanaan upacara, fungsi sosioreligiusnya bagi kerekatan krama, serta makna teologis-filosofis yang terkandung di dalam setiap tahapan ritual tersebut.

Ketajaman visi Ari Suartika dalam meretas nilai esoteris tradisi Tabanan ini diuji secara ketat oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat kompeten di bidangnya. Hadir sebagai penguji utama, Prof. Dr. Ni Putu Winanti, S.Ag, M.Pd, bersama Dr. I Nyoman Alit Supandi, S.Ag., M.Pd.H, secara kritis membedah landasan teori serta ketepatan pendekatan fenomenologi keagamaan yang digunakan peneliti. Sesi diskusi akademik berlangsung sangat dinamis, di mana para dewan pakar menelisik keunikan ritual Ngunya di Marga Dajan Puri ini dibandingkan dengan tradisi sejenis di wilayah Bali lainnya.

Kualitas rancangan tesis ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta tanya jawab intensif bersama Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag dan Dr. Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, S.Ag., M.Si. Para dewan penguji memberikan arahan penting mengenai metodologi pengumpulan data lapangan agar peneliti mampu menangkap nilai sosioreligius yang autentik langsung dari para tokoh adat dan penglingsir pura. Sesi tanya jawab tersebut menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk memperkuat argumentasi ilmiahnya, sekaligus mematangkan draf proposalnya sebelum melangkah ke tahap pengumpulan data yang lebih komprehensif.

Keberhasilan dalam seminar proposal ini menjadi batu pijakan awal yang mantap bagi I Made Ari Suartika untuk menuntaskan studinya demi meraih gelar Magister Agama (M.Ag). Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh proses penelitian lapangan dan penyusunan tesis ini ke depan diberikan kelancaran serta senantiasa dalam tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari riset ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu teologi, serta menjadi dokumentasi berharga dalam menjaga kelestarian tradisi sakral Hindu Nusantara. -(tupasca)

Berita Terkait