Kupas Filsafat Katha Upanisad, Mahasiswa S2 UHN Sugriwa Aiswarya Putra Bedah Teologi Kesadaran dalam Ujian Proposal Tesis
Denpasar – Pencarian hakikat kedirian dan transformasi kesadaran spiritual merupakan inti terdalam dari teologi filsafat Hindu yang bersifat abadi. Di era modern yang sarat akan disorientasi eksistensial, penggalian terhadap teks-teks Vedanta klasik menjadi sangat krusial guna memberikan peta spiritual bagi perjalanan hidup manusia. Merespons pentingnya kontekstualisasi nilai-nilai filsafat transendental tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar ujian akademik strategis untuk membedah esensi kesadaran murni dari naskah suci kuno.
Adalah Aiswarya Putra Arjawa, mahasiswa Program Magister (S2) Brahma Widya, yang sukses mempertahankan rancangan penelitiannya dalam Ujian Proposal Tesis pada Rabu (20/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Brahma Widya, ia memaparkan rencana riset mendalam bertajuk “Transformasi Kesadaran Manusia Dalam Dialog Nachiketa Dan Yama Pada Kitab Katha Upanisad”. Riset ini dinilai sangat berbobot dan bernilai filosofis tinggi karena berupaya mengelaborasi dialog metafisika tingkat tinggi mengenai rahasia kehidupan setelah kematian dan sifat sejati dari Atman.
Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Aiswarya Putra Arjawa menjelaskan bahwa dialog antara pemuda jeli Nachiketa dan Dewa Kematian (Yama) bukan sekadar cerita mitologi biasa. Melalui kacamata ilmu Brahma Widya, ia membedah bagaimana tahapan tiga permintaan Nachiketa merepresentasikan evolusi spiritual manusia, mulai dari keduniawian hingga pencapaian kesadaran tertinggi (Jnana). Langkah analisis ini diambil untuk menguak bagaimana metode dialogis di dalam Katha Upanisad dapat menjadi instrumen psikologis-spiritual untuk mentransformasi kesadaran manusia modern dari kegelapan ketidaktahuan (avidya) menuju cahaya pencerahan sejati.

Ketajaman visi Aiswarya dalam meretas nilai esoteris naskah Upanisad ini diuji secara ketat oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat kredibel di bidang filsafat dan teologi Hindu. Hadir sebagai penguji utama, Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H, bersama Dr. I Made Adi Brahman, S.Ag., M.Fil.H, memberikan bedah kritis terkait kerangka teoretis kesadaran yang digunakan peneliti. Sesi diskusi akademik berlangsung sangat dinamis, di mana para dewan pakar menelisik kedalaman metodologi hermeneutika agar mahasiswa mampu merumuskan konsep transformasi kesadaran secara sistematis dan aplikatif.
Kualitas rancangan tesis ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta sesi tanya jawab intensif bersama Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D dan Dr. I Made Arsa Wiguna, Sst.Par., M.Pd.H. Para dewan penguji memberikan arahan penting mengenai penguatan komparasi literatur filsafat Timur agar riset ini memiliki daya jangkau akademik yang luas dan mendalam. Sesi tanya jawab tersebut menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk mempertahankan argumentasi ilmiahnya, sekaligus mematangkan draf proposalnya sebelum melangkah ke tahap pengumpulan data dan analisis teks yang lebih komprehensif.
Keberhasilan dalam seminar proposal ini menjadi batu pijakan awal yang mantap bagi Aiswarya Putra Arjawa untuk menuntaskan studinya demi meraih gelar Magister Agama (M.Ag). Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh proses penelitian lapangan dan penyusunan tesis ini ke depan diberikan kelancaran serta senantiasa dalam tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari riset ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu teologi filsafat Hindu, serta menjadi lentera intelektual dalam melestarikan warisan spiritual nusantara. -(tupasca)
