|

Bedah Nilai Anti-Kekerasan dalam Buddhisme, Sarono Maju Ujian Proposal S3 UHN Sugriwa

Denpasar – Konsep nir-kekerasan atau ahimsa nyatanya memegang peranan krusial sebagai fondasi terciptanya kerukunan antarumat di tengah masyarakat majemuk. Merespons urgensi moderasi beragama di Tanah Air, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar ujian akademik. Kali ini, Ujian Proposal Disertasi Penelitian untuk jenjang S3 Doktor Ilmu Agama sukses dilangsungkan pada Senin (5/10/2026), bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama.

Tampil ke mimbar akademik, mahasiswa doktoral atas nama Sarono bersiap mempertanggungjawabkan rancangan penelitian puncaknya. Mengusung napas toleransi lintas iman yang inklusif, ia mempresentasikan proposal bertajuk “Anti Kekerasan Sebagai Landasan Moderasi Beragama Perspektif Agama Buddha”. Dalam ujian tahap awal yang sangat menentukan ini, promovendus diberikan waktu pemaparan taktis selama 15 menit untuk meyakinkan dewan penguji terkait signifikansi dan kebaruan riset yang akan digarapnya.

Melalui kacamata teologi Buddha, rancangan riset ini menyoroti bagaimana ajaran moral anti-kekerasan tidak sekadar menjadi doktrin spiritual yang pasif, melainkan dapat diaktualisasikan sebagai instrumen aktif dalam merawat kebhinekaan. Sarono membedah potensi nilai-nilai luhur Buddhisme tersebut sebagai salah satu pilar utama penopang moderasi beragama di Indonesia. Pendekatan akademik lintas agama ini sejalan dengan visi UHN Sugriwa sebagai kampus keagamaan negeri yang senantiasa mengedepankan nilai humanis dan harmonisasi.

Usai menjabarkan kerangka konseptualnya dengan lugas, ketajaman kerangka berpikir promovendus langsung diuji melalui sesi tanya jawab yang memantik tensi intelektual. Sidang kelayakan proposal ini dikawal ketat oleh tujuh pakar dan guru besar lintas disiplin ilmu. Barisan penguji yang hadir menelisik rancangan disertasi ini dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., bersama Dr. Dra. Ni Gusti Ayu Kartika, M.Ag., Prof. Dr. Drs. I Made Surada, MA., dan Dr. I Nyoman Kiriana, S.Ag., MA.

Formasi dewan penguji tersebut semakin solid dengan kehadiran Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H., Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H., serta Dr. Poniman, S.Ag., M.Fil.H. Ketujuh dewan pakar silih berganti mencecar Sarono dengan deretan pertanyaan kritis guna memvalidasi instrumen penelitian, landasan teori, hingga ketajaman metodologi. Sesi dialog akademik ini sarat akan masukan konstruktif untuk menyempurnakan draf proposal sebelum promovendus benar-benar terjun ke tahap penggalian data lapangan.

Lolosnya rancangan penelitian pada tahapan krusial ini menjadi pijakan esensial bagi Sarono untuk melangkah mantap menuntaskan penyusunan disertasinya. Segenap pimpinan, dewan penguji, dan keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas kelancaran ujian proposal ini. Semoga segala tahapan riset ke depan senantiasa diberikan kelancaran, sehingga karya keilmuan ini kelak mampu memberikan sumbangsih literatur yang berharga dalam merawat kerukunan dan moderasi beragama di Nusantara. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait