|

Buktikan Sains dalam Ritual, Ida Bagus Ketut Mantra Maju Ujian Proposal S3 UHN Sugriwa Bedah Energi Tirtha

Denpasar – Air suci atau tirtha bagi umat Hindu di Bali bukanlah sekadar sarana ritual semata, melainkan medium spiritual yang diyakini menyimpan gelombang energi luar biasa. Mengawinkan keyakinan teologis dengan pembuktian empiris sains inilah yang menjadi sorotan utama dalam jalannya Ujian Proposal Disertasi Penelitian Program S3 Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Sidang akademik tahap awal ini berlangsung khidmat dan lancar pada Senin (5/10/2026), bertempat di ruang ujian program S3 Doktor Ilmu Agama.

Tampil ke mimbar akademik dengan penuh kemantapan, mahasiswa doktoral atas nama Ida Bagus Ketut Mantra bersiap mempertanggungjawabkan rancangan penelitian puncaknya. Mengusung terobosan riset lintas disiplin yang memikat, ia mempresentasikan proposal bertajuk “Analisis Spektrum Energi Air Tirtha Surya Sevana Kajian Teologi Sains Umat Hindu Di Bali”. Diberikan waktu pemaparan taktis selama 15 menit, promovendus merangkum intisari latar belakang hingga metodologi riset yang akan digunakannya secara lugas di hadapan para pakar.

Lewat kacamata teologi sains, riset Ida Bagus Ketut Mantra berupaya mendobrak sekat antara keyakinan spiritual dan sains modern. Ia menyoroti fenomena metafisik bagaimana lantunan puja mantra dalam ritual Surya Sevana (pemujaan harian oleh Sulinggih) diyakini mampu mengubah struktur dan memancarkan spektrum energi positif pada air tirtha. Pendekatan ilmiah ini dinilai sangat strategis, karena tidak hanya mampu mempertebal sradha dan bhakti umat Hindu, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya di ranah akademis.

Usai menjabarkan kerangka pemikirannya, ketajaman analisis promovendus langsung diuji. Kelayakan draf proposal inovatif ini dikawal dan dikuliti secara komprehensif oleh tujuh dewan penguji pakar. Barisan akademisi andal yang hadir menyidang terdiri dari Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H., Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag., serta Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si. Formasi dewan penguji ini kian solid dengan kehadiran Prof. Ida Bagus Candrawan, Prof. Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag., dan Prof. Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D.

Sesi ujian berlangsung sangat dinamis tatkala memasuki agenda tanya jawab oleh dewan penguji. Ketujuh pakar silih berganti mencecar Ida Bagus Ketut Mantra dengan rentetan pertanyaan kritis guna memvalidasi alat ukur spektrum energi, landasan filosofis, hingga merasionalisasi kerangka teologi sains yang diusung. Berbekal penghayatan spiritual dan penguasaan literatur ilmiah yang matang, promovendus mampu merespons setiap cecaran serta menyerap masukan konstruktif dengan argumen yang rasional dan sangat meyakinkan.

Lolosnya tahapan ujian proposal ini menjadi pijakan esensial bagi Ida Bagus Ketut Mantra untuk melangkah ke fase riset pengukuran di lapangan. Segenap pimpinan, dewan penguji, dan keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas kelancaran ujian ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan tuntunan-Nya dalam merampungkan penelitian, sehingga karya ilmiah ini kelak mampu membuktikan kebesaran kearifan lokal Bali di mata sains global. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait