Bedah Etika Berbahasa di Kesenian Arja Klasik, Komang Trisvika Lalui Ujian Tesis S2 UHN Sugriwa
Denpasar – Kesenian tradisional Arja bukan hanya sekadar tontonan yang menghibur, melainkan juga sarat akan tuntunan dan nilai etika kesopanan berbahasa. Membedah fungsi linguistik dalam kesenian warisan leluhur tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menyelenggarakan Ujian Tesis untuk Program S2 Pendidikan Bahasa Bali. Ujian akademik pamungkas bagi calon magister ini digelar secara ketat pada Rabu (30/9/2026), bertempat di ruang ujian program S2 Pendidikan Bahasa Bali.
Tampil ke mimbar akademik, mahasiswi atas nama Komang Trisvika Putri didaulat untuk mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan karya ilmiah puncaknya. Dengan penuh percaya diri, ia mengusung judul penelitian yang sangat erat kaitannya dengan upaya pelestarian budaya, yakni “Penggunaan Anggah-Ungguhing Basa Bali Dalam Pementasan Arja Klasik Sekaa Arja Sundara Citta RRI Denpasar”. Dalam persidangan ini, Komang Trisvika diberikan waktu pemaparan yang efektif dan padat selama 15 menit untuk meyakinkan dewan penguji terkait urgensi dan temuan risetnya.
Melalui kacamata sosiolinguistik, penelitian ini secara tajam menyoroti bagaimana panggung Arja Klasik berfungsi sebagai benteng pelestarian anggah-ungguhing basa atau tingkatan tutur Bahasa Bali. Mahasiswi ini menguraikan bahwa dialog antartokoh dalam lakon pementasan Sekaa Arja Sundara Citta RRI Denpasar memuat hierarki bahasa yang ketat, mencerminkan etika sosial dan tata krama masyarakat Bali. Hasil riset ini menegaskan pentingnya seni pertunjukan sebagai media edukasi bahasa daerah secara langsung di tengah gempuran modernisasi.
Usai memaparkan kerangka konseptual dan data lapangannya, ketajaman analisis Komang Trisvika langsung diuji secara komprehensif. Sesi ujian dilanjutkan dengan tanya jawab oleh dewan penguji yang secara otomatis memantik tensi intelektual di dalam ruang sidang. Kelayakan karya ilmiah ini dikawal dan dikuliti secara objektif oleh empat akademisi pakar yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidang sastra dan bahasa, yakni Prof. Dr. Drs. I Made Surada, MA., Dr. Gek Diah Desi Sentana, SS., M.Hum., Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum., serta Dr. Made Iwan Indrawan Jendra, SS., M.Hum.
Keempat dewan penguji silih berganti melontarkan rentetan pertanyaan kritis dan masukan tajam terkait validitas transkrip pementasan, metodologi bedah wacana, hingga relevansi penerapannya dalam kurikulum pendidikan Bahasa Bali masa kini. Berbekal penguasaan literatur yang matang dan pemahaman mendalam terhadap seni pertunjukan Arja, Komang Trisvika sukses merespons setiap sanggahan dengan argumen yang sangat rasional, lugas, dan meyakinkan. Sesi bedah naskah ini sekaligus menjadi ajang unjuk kematangan intelektualnya dalam mempertahankan objektivitas penelitian.
Keberhasilan melewati tahapan krusial ujian tesis ini menjadi penanda kesuksesan yang sangat berharga bagi Komang Trisvika Putri dalam merampungkan studinya di jenjang magister. Segenap pimpinan dan keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis yang membanggakan ini. Semoga ilmu dan hasil penelitian yang ditorehkan senantiasa membawa keberkahan, serta mampu memberikan sumbangsih nyata dalam upaya pelestarian Basa, Aksara, miwah Sastra Bali bagi generasi penerus. -(tupasca) #pascaHEBAT
