|

Kupas Teo-Ekologi Tenganan Pegringsingan, Meganada Mantap Lalui Ujian Seminar Hasil S3 UHN Sugriwa

Denpasar – Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan di Kabupaten Karangasem tidak hanya masyhur akan kain tenun magisnya, tetapi juga menyimpan tata ruang pemukiman kuno yang sangat berwawasan lingkungan. Mengangkat kearifan lokal yang kian langka tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar Ujian Seminar Hasil Disertasi Penelitian program S3 Doktor Ilmu Agama. Sidang akademik yang bertujuan mempertanggungjawabkan temuan data lapangan ini dilangsungkan secara ketat pada Rabu (30/9/2026), bertempat di ruang ujian program S3 Doktor Ilmu Agama.

Tampil ke mimbar akademik dengan penguasaan data yang matang, mahasiswa doktoral atas nama I Made Meganada didaulat untuk mempresentasikan hasil riset puncaknya. Promovendus mengusung judul penelitian yang sangat tajam dan relevan dengan isu tata ruang masa kini, yakni “Pola Pemukiman Berbasis Teo-Ekologi di Tenganan Pegringsingan Desa Tenganan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem”. Diberikan waktu pemaparan taktis selama 15 menit, ia berhasil merangkum intisari riset empirisnya secara lugas dan komprehensif di hadapan para pakar.

Membedah temuannya dengan pisau analisis teo-ekologi, I Made Meganada menguraikan bagaimana tata ruang Desa Tenganan bukan sekadar deretan fisik bangunan tradisional. Lebih dari itu, pola pemukiman tersebut merupakan manifestasi dari teologi ekologis yang menempatkan keselarasan hubungan transendental antara Tuhan, manusia, dan alam. Temuan lapangan ini membuktikan ketangguhan tata ruang warisan leluhur Tenganan dalam menangkis arus degradasi lingkungan akibat eksploitasi dan modernisasi.

Usai merampungkan presentasinya, ketangguhan argumen I Made Meganada langsung diuji melalui sesi tanya jawab yang memantik tensi intelektual. Keabsahan instrumen metodologi, kedalaman analisis sosiologis, hingga relevansi temuan dengan tata ruang Bali masa kini dikuliti habis oleh dewan penguji. Dalam fase yang dinamis ini, promovendus dituntut mampu mempertahankan rasionalitas data lapangannya sembari menyerap masukan konstruktif demi menyempurnakan naskah disertasi.

Kelayakan temuan riset ini dinilai secara objektif oleh tujuh pakar dan guru besar terkemuka di lingkungan UHN Sugriwa. Barisan dewan penguji yang menyidang disertasi tersebut terdiri dari deretan akademisi andal, di antaranya Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi, M.Si., Prof. Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D., Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., dan Prof. Dr. Ni Putu Winanti, S.Ag, M.Pd. Formasi dewan penguji ini semakin solid dengan kehadiran Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H., Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si., serta Dr. I Ketut Gunarta, S.Ag., M.Ag.

Keberhasilan menembus dan mempertahankan data pada fase ujian seminar hasil ini menjadi pijakan esensial bagi I Made Meganada menuju tahapan ujian akhir. Segenap pimpinan dan keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis yang gemilang ini. Semoga setiap tahapan revisi senantiasa diberikan kelancaran oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga karya luhur ini kelak dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekologi serta tata ruang adat di Bali. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait