| |

Bahasa Bali Masuk Ruang Digital: Pascasarjana UHN Sugriwa Bedah Inovasi Budaya di Tengah Arus Modernisasi

Denpasar – Keberlangsungan bahasa daerah di tengah kepungan teknologi digital kini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi masyarakat Bali. Merespons dinamika tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Bali, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, menggelar Webinar Nasional bertajuk “Bahasa Bali di Era Digital”, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui media Zoom ini dibuka langsung oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Dra. Relin Denayu Ekawati, M.Ag. Dalam sambutannya sebagai Keynote Speaker, Prof. Relin menekankan bahwa digitalisasi bukan ancaman bagi warisan luhur, melainkan sarana strategis untuk membangun generasi muda yang kreatif dan kompetitif tanpa kehilangan jati diri budayanya.

“Webinar ini hadir untuk membedah bagaimana teknologi digital, media sosial, dan platform daring dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga eksistensi Bahasa Bali agar tetap hidup dan dicintai oleh generasi milenial maupun Gen Z,” tegas Prof. Relin di hadapan ratusan peserta virtual. Menurutnya, mengemas konten budaya Bali yang edukatif di ruang siber adalah sebuah keharusan di era sekarang.

Diskusi semakin menarik dengan hadirnya narasumber berkompeten, Putu Krisna Paramartha, S.S. Dalam pemaparannya, Krisna Paramartha mengulas tuntas mengenai strategi kreatif dalam mentransformasi teks-teks klasik dan bahasa tutur Bali ke dalam format digital yang mudah diakses. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara akademisi dan konten kreator untuk menciptakan ekosistem digital yang ramah terhadap bahasa ibu.

Dipandu oleh moderator I Made Bagus Angga Putra, S.Pd., Gr., webinar ini menjadi ajang dialog interaktif bagi para praktisi pendidikan, mahasiswa, hingga pemerhati budaya. Para peserta diajak untuk melihat peluang emas di balik penggunaan media sosial sebagai alat pelestarian, sehingga Bahasa Bali tidak hanya berhenti sebagai bahasa ibu, tetapi juga bertransformasi menjadi bahasa yang “keren” di mata dunia internasional melalui inovasi digital.

Penyelenggaraan webinar nasional ini merupakan bukti nyata komitmen Pascasarjana UHN Sugriwa dalam mengawal kelestarian budaya melalui jalur akademik yang inovatif. Diharapkan, melalui kegiatan ini lahir semangat baru bagi generasi muda untuk berani bereksperimen dengan konten-konten berbahasa Bali yang berkualitas. Teriring harapan besar, semoga langkah digitalisasi ini mampu menjaga nyala api kebudayaan Bali agar tetap abadi dan relevan bagi masa depan bangsa. -(tupasca)

Berita Terkait