Bedah Kepemimpinan Brumbun dalam Kekawin Nitisastra, I Gede Eka Surya Kanta Sukses Jalani Ujian Tesis S2 Brahma Widya UHN Sugriwa
Denpasar – Khasanah sastra klasik Bali menyimpan banyak sekali mutiara kearifan lokal yang sarat akan nilai kepemimpinan, moralitas, dan etika bernegara. Salah satu karya monumental yang mengupas tuntas falsafah kepemimpinan luhur adalah Kekawin Nitisastra, yang di dalamnya memuat konsep kepemimpinan strategis termasuk metafora pemimpin brumbun. Menggali kembali warisan teks suci tersebut dari sudut pandang ketuhanan menjadi langkah penting dalam memperkaya khazanah keilmuan agama. Komitmen ini terus digalakkan oleh Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar melalui penyelenggaraan mimbar akademik yang berkualitas di tingkat magister.
Semangat pelestarian naskah klasik tersebut nampak jelas dalam pelaksanaan Ujian Tesis oleh mahasiswa Program Strata Dua (S2) Brahma Widya atas nama I Gede Eka Surya Kanta pada Rabu (01/07/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Brahma Widya, promovendus tampil tenang dan penuh penguasaan materi guna mempertahankan hasil riset akhirnya. Adapun topik tesis yang diangkat sangat sarat makna filosofis, yakni “Pemimpin Brumbun Dalam Kekawin Nitisastra: Perspektif Teologi Hindu”.
Dalam sesi pemaparan lugas dan taktis yang berdurasi selama 15 menit, I Gede Eka Surya Kanta menguraikan bagaimana konsep kepemimpinan brumbun—yang merepresentasikan karakter majemuk, adaptif, namun tetap berpegang pada prinsip dharma—dikaji secara mendalam melalui kacamata teologi Hindu. Ia membedah bait demi bait Kekawin Nitisastra untuk menemukan relevansi moral kepemimpinan masa kini. Hasil kajiannya menunjukkan bahwa pemimpin yang ideal menurut teks klasik tidak hanya cerdas secara taktis, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kokoh dalam mengayomi umat dan masyarakat.
Pemaparan kerangka konseptual yang tajam tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta uji substansi oleh jajaran dewan penguji pakar yang hadir. Sidang akademik ini dipimpin dan diuji langsung oleh deretan guru besar serta akademisi mumpuni, di antaranya Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum dan Dr. Drs. I Made Wiradnyana, M.Hum. Para penguji secara kritis menelisik kedalaman penafsiran teks klasik, ketepatan metodologi filologis, serta validitas argumen teologis yang dibangun oleh mahasiswa.
Sesi pendalaman materi tesis kian komprehensif melalui masukan, kritik konstruktif, serta saran penyempurnaan dari jajaran dewan penguji ahli lainnya, yakni Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag dan Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H. Ketenangan mental serta kemampuan argumentasi yang bernas membuat I Gede Eka Surya Kanta sukses menjawab setiap pertanyaan penguji dengan landasan pustaka yang kuat, membuktikan kematangan berpikir akademis tingkat magister.
Keberhasilan melewati tahapan ujian tesis ini menjadi pencapaian gemilang sekaligus penanda tuntasnya studi magister bagi I Gede Eka Surya Kanta. Segenap pimpinan dan keluarga besar Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta doa terbaik agar proses penyempurnaan naskah tesis berjalan lancar. Semoga hasil riset teologis ini kelak mampu memberikan sumbangsih nyata bagi literatur kepemimpinan Hindu yang berlandaskan kearifan lokal, serta senantiasa membawa berkah dan pencerahan di bawah tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. -(tupasca)
