Bedah Ritus Siwa di Desa Gobleng, I Made Hartaka Sukses Jalani Ujian Tertutup Disertasi S3 Ilmu Agama UHN Sugriwa
Denpasar – Kekayaan tradisi dan praktik keagamaan Hindu Nusantara, khususnya di Bali, senantiasa menyimpan lapis-lapis filosofi teologis yang mendalam dan sarat makna kosmis. Salah satu warisan leluhur yang terus hidup dan terjaga di tengah masyarakat adalah ritus pemujaan spiritual, seperti tradisi sakral yang berakar di Desa Gobleng, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Menyadari pentingnya mengkaji akar teologis tersebut secara objektif dan ilmiah, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar terus berkomitmen mengawal lahirnya riset-riset berkualitas tinggi di jenjang program doktoral.
Komitmen akademik tersebut nampak nyata melalui penyelenggaraan Sidang Ujian Tertutup Disertasi oleh mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama atas nama I Made Hartaka pada Senin (27/07/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, promovendus tampil fokus, matang, dan penuh persiapan dalam mempertahankan tahapan krusial disertasinya. Adapun topik penelitian mendalam yang diangkatnya berfokus pada kajian teologi Hindu lokal dengan judul “Ritus Pemujaan Dewa Siwa Di Desa Gobleng Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng (Perspektif Teologi Hindu)”.
Dalam sesi pemaparan taktis dan lugas yang berdurasi selama 15 menit, I Made Hartaka menguraikan temuan etnografis dan teologis terkait tata pelaksanaan ritus pemujaan Dewa Siwa di Desa Gobleng. Ia membedah bagaimana masyarakat setempat mewariskan serta mempraktikkan ritual tersebut sebagai bentuk manifestasi bhakti, penyucian bhuana alit dan bhuana agung, serta penjaga keharmonisan kosmologis. Hasil kajiannya memberikan kebaruan perspektif bahwa ritus lokal tersebut memiliki landasan teologis yang sangat kokoh dan relevan dalam memperkuat penghayatan keagamaan umat Hindu kontemporer.
Pemaparan kerangka konseptual serta analisis teologis yang bernas tersebut kemudian diuji secara ketat melalui sesi tanya jawab mendalam oleh jajaran dewan penguji pakar yang hadir. Sidang akademik tertutup ini dipimpin dan diuji langsung oleh deretan guru besar serta akademisi terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, serta Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag., M.Ag. Para penguji utama secara kritis menelisik validitas data lapangan serta ketajaman pisau analisis teologi Hindu yang digunakan.

Sesi pendalaman materi disertasi kian komprehensif dengan masukan, kritik konstruktif, serta sanggahan akademik dari barisan dewan penguji ahli lainnya, yakni Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag, Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H, Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd, dan Dr. Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, S.Ag., M.Si. Berbekal penguasaan literatur sastra agama dan ketenangan mental yang prima, I Made Hartaka sukses menjawab seluruh pertanyaan kritis dengan argumen ilmiah yang sangat memuaskan.
Kelancaran dalam melalui tahapan ujian tertutup ini menandai selangkah lebih dekat bagi promovendus menuju podium promosi doktor terbuka. Segenap pimpinan dan keluarga besar Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghaturkan apresiasi serta doa terbaik agar proses penyempurnaan naskah disertasi ini senantiasa diberikan kelancaran. Semoga hasil riset teologis ini kelak mampu memberikan sumbangsih literasi yang berharga bagi pelestarian kearifan lokal Hindu, serta senantiasa membawa pencerahan dan kerahayuan di bawah tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. -(tupasca)
