|

Kupas Nilai Karakter Sastra Bali, Mahasiswa S2 UHN Sugriwa Ari Priantara Sukses Seminar Hasil Tesis

Denpasar – Kesusastraan Bali modern bukan sekadar media hiburan atau dokumentasi estetika berbahasa, melainkan media strategis yang sarat akan pesan edukasi moral dan pembentukan karakter. Di era globalisasi yang mengikis kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu, penggalian nilai-nilai luhur di dalam karya sastra lokal menjadi benteng krusial untuk mempertahankan jati diri bangsa. Merespons pentingnya penyelamatan ideologi dan karakter berbasis kearifan lokal tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar ujian akademik strategis guna membedah esensi edukasi dalam karya sastra kontemporer.

Adalah I Made Ari Priantara, mahasiswa Program Magister (S2) Pendidikan Bahasa Bali, yang sukses memaparkan hasil penelitiannya dalam Ujian Pra Tesis/Seminar Hasil Penelitian pada Kamis (21/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Pendidikan Bahasa Bali, ia mempertahankan draf riset mendalamnya yang bertajuk “Analisis Struktural dan Nilai Pendidikan Karakter pada Cerpen Luh Dulang Ngiring Desak Made Ngalih Bulan”. Penelitian ini dinilai sangat segar dan berbobot karena berani membedah narasi sastra Bali modern secara akademis untuk ditarik relevansinya terhadap dunia pendidikan formal.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Ari Priantara menjelaskan bahwa cerpen Luh Dulang Ngiring Desak Made Ngalih Bulan menyimpan dinamika struktural yang kompleks sekaligus memikat. Melalui pendekatan strukturalisme, ia mengupas tuntas keterkaitan antarunsur intrinsik teks—seperti tema, tokoh, dan latar—yang membangun keutuhan cerita. Lebih jauh, ia membedah ragam nilai pendidikan karakter yang tersirat di dalamnya, seperti nilai religiusitas, etika susila, kejujuran, hingga keteguhan mental, yang sangat potensial untuk dijadikan materi ajar guna membentuk budi pekerti luhur pada peserta didik.

Ketajaman analisis Ari Priantara dalam merajut kaitan antara struktur sastra dan psikologi karakter ini diuji secara ketat oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat kompeten di bidangnya. Hadir sebagai penguji utama, Dr. Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, S.Ag., M.Si, bersama Dr. Drs. I Nyoman Temon Astawa, M.Pd, secara kritis menelisik ketepatan metodologi serta instrumen analisis nilai yang digunakan peneliti. Sesi diskusi akademik berlangsung sangat dinamis, membedah bagaimana pesan-pesan moral di dalam cerpen tersebut dapat ditransformasikan secara nyata ke dalam kurikulum pembelajaran bahasa Bali kontemporer.

Kualitas pelaporan hasil penelitian ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta tanya jawab intensif bersama Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag dan Dr. I Nyoman Piartha, S.Ag., M.Fil.H. Para dewan pakar memberikan arahan penting mengenai penguatan teori sastra dan pendekatan didaktis agar draf tesis ini mampu menjadi literatur ilmiah yang kuat dan aplikatif bagi para guru di sekolah. Sesi tanya jawab tersebut menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk mempertahankan argumentasi ilmiahnya, sekaligus menyempurnakan dokumen hasil risetnya berdasarkan standar baku karya ilmiah magister yang kredibel.

Keberhasilan dalam seminar hasil penelitian ini menjadi batu pijakan awal yang mantap bagi I Made Ari Priantara untuk menuntaskan studinya demi meraih gelar Magister Pendidikan (M.Pd). Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh proses penyusunan tesis ini ke depan diberikan kelancaran serta senantiasa dalam tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari riset ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu pendidikan bahasa dan sastra Bali, serta menjadi inspirasi nyata dalam melestarikan kearifan lokal demi masa depan peradaban Hindu Nusantara. -(tupasca)

Berita Terkait