Bentuk Karakter Siswa SMK, Mahasiswa S2 UHN Sugriwa Nyoman Suwidyastuti Sukses Seminar Hasil Tesis Dharma Acarya
Denpasar – Pendidikan kejuruan tidak hanya dituntut untuk melahirkan lulusan yang siap kerja secara terampil dan kompetitif, melainkan juga wajib mencetak generasi yang memiliki integritas moral serta mentalitas spiritual yang kokoh. Di era modern, penanaman karakter berbasis nilai keagamaan sering kali berbenturan dengan tekanan akademis dan lingkungan pergaulan remaja. Merespons tantangan krusial tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar terus berkomitmen menghadirkan riset ilmiah solutif guna memetakan formula terbaik dalam membangun karakter siswa di sekolah negeri.
Adalah Ni Luh Nyoman Suwidyastuti, mahasiswa Program Magister (S2) Dharma Acarya, yang sukses memaparkan hasil penelitiannya dalam Ujian Pra Tesis/Seminar Hasil Penelitian pada Kamis (21/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Dharma Acarya, ia mempertahankan hasil riset mendalamnya yang bertajuk “Konstruksi Karakter Hindu Berbasis Konsep Diri Akademis dan Iklim Sekolah Pada Murid Di SMK Negeri Negara”. Penelitian ini dinilai sangat strategis dan aplikatif karena memotret langsung dinamika psikologi pendidikan dan sosiologi ekosistem sekolah di wilayah Jembrana.
Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Suwidyastuti menjelaskan bahwa pembentukan karakter Hindu yang kuat pada diri siswa tidak dapat berdiri sendiri. Melalui kacamata ilmu Dharma Acarya (Pendidikan Agama), ia membedah bagaimana konsep diri akademis—yaitu cara pandang dan kepercayaan siswa terhadap kemampuan intelektualnya sendiri—serta iklim sekolah yang kondusif, aman, dan religius saling berkelindan dalam mengonstruksi perilaku murid sehari-hari. Ekosistem sekolah yang positif terbukti menjadi stimulus yang sangat efektif dalam menumbuhkan sikap spiritual, etika susila, serta disiplin beragama yang konsisten di lingkungan sekolah kejuruan.
Ketajaman analisis Suwidyastuti dalam merajut kaitan antara psikologi perkembangan remaja dan iklim institusi ini diuji secara ketat oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat kredibel di bidang pendidikan. Hadir sebagai penguji utama, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, bersama Dr. Drs. Made Redana, M.Si, secara kritis membedah kerangka konseptual serta ketepatan instrumen evaluasi karakter yang digunakan peneliti. Sesi diskusi akademik berlangsung sangat dinamis, menelisik sejauh mana variabel-variabel tersebut dapat diintervensi secara nyata oleh pihak manajemen sekolah guna menekan angka kenakalan remaja.
Kualitas pelaporan hasil penelitian ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta tanya jawab intensif bersama Dr. Dra. Ni Nyoman Perni, M.Pd dan Dr. Dra. Ni Wayan Sariani Binawati, M.Ag. Para dewan pakar memberikan arahan penting mengenai penguatan metodologi dan pengolahan data korelasi agar riset ini mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan praktis yang kuat bagi dunia pendidikan. Sesi tanya jawab tersebut menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk mempertahankan argumentasi ilmiahnya, sekaligus mematangkan draf tesisnya sebelum melangkah ke tahap akhir pengesahan dokumen.
Keberhasilan dalam seminar hasil penelitian ini menjadi batu pijakan awal yang mantap bagi Ni Luh Nyoman Suwidyastuti untuk menuntaskan studinya demi meraih gelar Magister Pendidikan (M.Pd). Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh proses penyelesaian tesis ini ke depan diberikan kelancaran serta senantiasa dalam tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari riset ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu pendidikan Hindu Nusantara, serta menjadi blueprint teoretis yang menginspirasi para pendidik dalam merancang ekosistem sekolah yang humanis dan berkarakter luhur.-(tupasca)
