Jangkar Harmoni Nusantara: I Wayan Wira Adnyana Bedah Relasi Kunci Kerukunan Umat Beragama Kota Jayapura di UHN Sugriwa
Denpasar – Eksistensi pluralisme dan toleransi antarumat beragama di Indonesia Timur merupakan fondasi krusial dalam menjaga integrasi sosial serta stabilitas keamanan nasional. Di tengah arus globalisasi dan dinamika sosial politik kontemporer, Kota Jayapura hadir sebagai salah satu ruang publik yang heterogen, di mana perjumpaan berbagai keyakinan menuntut adanya pola relasi yang harmonis dan inklusif. Merespons pentingnya memetakan dan memperkuat tali persaudaraan tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar ujian akademik strategis guna membedah potret kerukunan di tanah Papua.
Adalah I Wayan Wira Adnyana, mahasiswa Program Magister (S2) Brahma Widya, yang sukses mempertahankan hasil penelitiannya dalam Ujian Tesis pada Selasa (26/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Brahma Widya, ia memaparkan laporan akhir riset mendalamnya yang bertajuk “Relasi Antarumat Beragama Dalam Mewujudkan Kerukunan Beragama Di Kota Jayapura”. Kajian ini dinilai sangat berbobot dan memiliki urgensi sosioreligius yang tinggi karena berani memotret denyut kehidupan toleransi beragama langsung di ibu kota Provinsi Papua tersebut.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Wira Adnyana menjelaskan bahwa terwujudnya kerukunan beragama di Kota Jayapura tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses adaptasi dan dialog yang konsisten. Melalui kacamata teologi Brahma Widya dan sosiologi agama, ia membedah bagaimana komunitas Hindu lokal membangun komunikasi intensif, kerja sama sosial, serta sikap saling menghormati dengan pemeluk agama lain. Langkah riset ini berhasil memetakan bahwa kearifan lokal, ruang perjumpaan yang inklusif, serta moderasi beragama menjadi pilar utama yang meredam potensi gesekan, sekaligus merekatkan jalinan persaudaraan di tengah perbedaan.
Ketajaman analisis Wira Adnyana dalam merangkai realitas sosiologis dan esensi ketuhanan ini diuji secara ketat oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat prestisius. Hadir sebagai penguji utama, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, bersama Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H, secara kritis menelisik kedalaman metodologi serta ketepatan analisis data kualitatif yang disajikan peneliti. Sesi diskusi akademik berlangsung sangat dinamis, menelisik hambatan hambatan kultural di lapangan serta strategi menyiasati jarak komunikasi antar-komunitas di daerah urban.
Kualitas pelaporan hasil penelitian ini semakin disempurnakan melalui masukan strategis serta tanya jawab intensif bersama Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag dan Dr. Anak Agung Raka Asmariani, S.Ag., M.Fil.H. Para dewan pakar memberikan arahan penting mengenai penguatan esensi nilai universal kemanusiaan dalam media teologi Hindu Nusantara agar draf tesis ini mampu menjadi literatur ilmiah yang kokoh bagi generasi mendatang. Sesi tanya jawab tersebut menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk mempertahankan argumentasi ilmiahnya, sekaligus merampungkan dokumen akademisnya sesuai standar baku karya ilmiah tingkat magister yang kredibel.
Keberhasilan dalam ujian tesis ini menjadi capaian akademik yang sangat membanggakan bagi I Wayan Wira Adnyana untuk resmi menyandang gelar Magister Agama (M.Ag). Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh dedikasi keilmuan ini senantiasa mendapatkan kelancaran serta berada dalam lindungan dan tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari riset ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu teologi kerukunan, serta menjadi acuan praktis yang menginspirasi para pengambil kebijakan dalam merawat marwah keharmonisan dan perdamaian di seluruh pelosok Nusantara. -(tupasca)
