|

Bentuk Karakter Anak Lewat Dongeng, Riset Doktor UHN Sugriwa Putu Subawa Bedah Fungsi Folklor Bali di Buleleng

Denpasar – Di tengah derasnya arus globalisasi dan penetrasi hiburan digital yang mengikis kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal, penguatan karakter sejak usia dini menjadi tantangan paling krusial bagi dunia pendidikan. Menanamkan nilai-nilai moralitas keagamaan pada siswa sekolah dasar tidak lagi cukup jika hanya mengandalkan metode konvensional yang monoton. Merespons tantangan sosioreligius tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar ujian akademik tertinggi guna membedah formula edukasi berbasis kearifan lokal sastra lisan nusantara.

Adalah Putu Subawa, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, yang sukses melewati tahapan krusial dalam Ujian Tertutup Disertasi pada Selasa (26/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, ia mempertahankan hasil riset mendalamnya yang bertajuk “Konstruksi Nilai Karakter Melalui Folklor Bali Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Pada Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Buleleng”. Kajian ini dinilai sangat strategis dan memiliki urgensi budaya yang tinggi karena berupaya menghidupkan kembali fungsi didaktis dari kekayaan cerita rakyat (folklor) yang berkembang di wilayah Bali Utara.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Putu Subawa menjelaskan bahwa folklor Bali—seperti cerita satua, mitos, dan dongeng tradisional—menyimpan struktur nilai susila dan ketuhanan yang sangat intim dengan dunia anak-anak. Melalui kacamata ilmu agama dan pedagogi, ia membedah bagaimana internalisasi narasi lisan ini ke dalam kurikulum Pendidikan Agama Hindu mampu menumbuhkan sikap religius, budi pekerti, kejujuran, serta rasa empati sosial pada murid sekolah dasar di Kabupaten Buleleng. Pendekatan imajinatif dan sarat pesan moral ini terbukti efektif membentuk konsep diri yang positif sekaligus membentengi mentalitas anak dari dampak negatif modernitas.

Ketajaman analisis Subawa dalam merajut kaitan antara sastra lisan tradisional dan psikologi perkembangan anak ini diuji secara komprehensif oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat prestisius. Hadir sebagai barisan penguji utama, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Dr. Heny Perbowosari, S.Ag., M.Pd, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, serta Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi, M.Si. Sesi diskusi akademik di ruang ujian tertutup berlangsung sangat dinamis, di mana para guru besar menelisik secara mendalam mengenai indikator keberhasilan karakter serta keaslian metodologi penyerapan nilai yang diteliti promovendus.

Kualitas pelaporan disertasi ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta tanya jawab intensif bersama jajaran dewan pakar lainnya, yaitu Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, MA, Dr. Dra. Ni Nyoman Perni, M.Pd, Dr. Dra. Ni Wayan Sariani Binawati, M.Ag, Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si, dan Dr. Putri Anggreni, SE., M.Pd. Ketangkasan Subawa dalam mempertahankan argumentasi ilmiahnya menunjukkan kesiapan mental yang matang serta penguasaan sosiologis yang kuat terhadap lokus penelitian di sekolah-sekolah dasar Buleleng. Jajaran penguji menekankan pentingnya riset ini sebagai rujukan baku bagi para pendidik dalam mengemas pembelajaran agama yang inklusif, menyenangkan, dan berbasis akar budaya.

Keberhasilan dalam ujian tertutup ini menjadi lompatan akhir yang mantap bagi Putu Subawa sebelum melangkah ke tahapan Promosi Doktor (Ujian Terbuka) demi menyandang gelar akademik tertinggi. Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh dedikasi keilmuan ini mendapatkan kelancaran serta senantiasa berada dalam lindungan dan tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari disertasi ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu pendidikan Hindu, serta menjadi lentera pemikiran yang menginspirasi dalam mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas intelektualnya dan mulia karakternya. -(tupasca)

Berita Terkait