Digitalisasi Agama di Lombok: Mahasiswa S3 UHN Sugriwa Bedah Strategi Komunikasi Hindu di Media Sosial
Denpasar – Transformasi digital tidak lagi sekadar pilihan, melainkan keniscayaan bagi organisasi keagamaan dalam menyebarkan ajaran dan mempererat solidaritas umat. Fenomena inilah yang menjadi sorotan utama dalam Ujian Proposal Disertasi pada Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, yang mengeksplorasi bagaimana nafas keagamaan Hindu berdenyut di ruang siber.
Mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi Hindu, I Ketut Putu Suardana, menjalani ujian akademik penting tersebut pada Senin (20/4/2026). Bertempat di ruang ujian Program Pascasarjana, Putu Suardana memaparkan rancangan risetnya yang bertajuk “Dinamika Komunikasi Keagamaan Hindu di Ruang Digital (Strategi dan Praktik Organisasi Kemasyarakatan Hindu Melalui Media Sosial di Lombok)”. Fokus riset ini menyasar pada geliat organisasi Hindu di Lombok dalam mengelola konten keagamaan di tengah arus informasi digital yang masif.
Dalam pemaparan lugas selama 15 menit, Putu Suardana menguraikan bahwa media sosial telah menjadi ruang publik baru bagi umat Hindu di Lombok untuk berinteraksi. Ia menyoroti bagaimana organisasi keagamaan merancang strategi komunikasi agar pesan-pesan suci tetap relevan, inspiratif, dan mampu menangkal disinformasi di ruang digital. Penelitian ini diharapkan dapat memetakan pola komunikasi yang efektif dalam menjaga eksistensi nilai-nilai Hindu di wilayah heterogen seperti Lombok.
Diskusi akademik berlangsung dinamis di bawah pengujian ketat dewan pakar yang dipimpin oleh Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum. Bersama Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H dan Prof. Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par, para penguji menelisik sejauh mana praktik media sosial dapat memperkuat literasi keagamaan tanpa mencederai sakralitas ajaran. Ketajaman metodologi menjadi poin krusial dalam sesi tanya jawab tersebut.
![]()
Bobot ilmiah proposal ini semakin diperkuat dengan masukan dari Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H, Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si, serta Dr. Drs. I Ketut Tanu, M.Si. Para penguji memberikan catatan strategis agar hasil penelitian ini nantinya tidak hanya berhenti pada dokumentasi akademik, tetapi mampu menjadi panduan praktis bagi organisasi Hindu dalam mengoptimalkan media sosial sebagai sarana edukasi dan harmoni sosial.
![]()
Ujian proposal ini menjadi langkah awal yang solid bagi I Ketut Putu Suardana untuk terjun ke lapangan melakukan riset mendalam. Dengan dukungan penuh dari jajaran penguji dan institusi, disertasi ini diharapkan menjadi sumbangsih nyata bagi pengembangan Ilmu Komunikasi Hindu di era digital. Teriring doa terbaik, semoga proses penelitian ini senantiasa diberikan kelancaran dan kecerahan intelektual demi kemajuan umat dan ilmu pengetahuan.-(tupasca)