Bedah Teologi Tari Rejang Keraman Busungbiu, Mahasiswa S3 UHN Sugriwa Desy Wahyuni Sukses Ujian Proposal Disertasi
Denpasar – Seni pertunjukan sakral di Bali bukan sekadar elemen pelengkap dalam sebuah ritual, melainkan medium komunikasi spiritual yang sarat akan nilai ketuhanan. Menanggapi pentingnya mendokumentasikan dan menjaga kemurnian tradisi lokal tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar ujian akademik strategis. Langkah ini diambil guna membedah secara ilmiah dimensi teologis dari pementasan seni tari komunal yang hidup di tengah masyarakat pedesaan Bali Utara.
Adalah I Gusti Ayu Desy Wahyuni, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, yang sukses mempertahankan rancangan risetnya dalam Ujian Proposal Disertasi pada Senin (18/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, ia memaparkan rencana penelitian mendalam bertajuk “Pementasan Tari Rejang Keraman Dalam Upacara Pujawali di Desa Kedis Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng (Kajian Teologi Hindu)”. Riset ini dinilai sangat krusial dan memiliki nilai orisinalitas yang tinggi karena mengangkat salah satu kekayaan seni sakral yang spesifik dari wilayah Busungbiu, Buleleng.
Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Desy Wahyuni menjelaskan bahwa Tari Rejang Keraman di Desa Kedis memiliki karakteristik sosioreligius yang unik dan mengakar kuat. Melalui kacamata teologi Hindu, ia berupaya membedah esensi spiritual, nilai filosofis, serta makna simbolis di balik setiap gerak dan struktur pementasan tari tersebut saat mengiringi upacara Pujawali. Argumen yang dibangun menonjolkan bagaimana tarian ini berfungsi sebagai bentuk persembahan yang tulus sekaligus menjadi media penghubung antara umat (pemedek) dengan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Ketajaman visi Desy dalam merancang penelitian sosioreligius ini diuji secara komprehensif oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat kredibel di bidangnya. Jajaran penguji yang hadir memberikan bedah kritis meliputi Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Prof. Dr. Drs. I Made Surada, MA, serta Prof. Dr. Ni Putu Winanti, S.Ag, M.Pd. Diskusi akademik berlangsung sangat dinamis, di mana para guru besar menelisik lebih dalam mengenai kerangka konseptual teologi dan pendekatan estetika Hindu agar riset ini mampu menghasilkan dokumentasi ilmiah yang valid.

Kualitas rancangan disertasi ini juga semakin diperkuat oleh masukan strategis serta sesi tanya jawab intensif bersama Dr. Dewa Ketut Wisnawa, S.Sn., M.Ag, Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si, dan Dr. Drs. Made Redana, M.Si. Sesi ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mempertahankan argumentasi ilmiahnya serta mempertajam metodologi penelitian lapangan yang akan ditempuh. Dewan penguji menekankan bahwa temuan dari riset ini nantinya diharapkan dapat memperkaya khazanah sosiologi seni dan teologi Hindu, sekaligus menjadi rujukan otentik bagi pelestarian seni sakral di Bali.
Keberhasilan dalam seminar proposal ini menjadi batu pijakan awal yang mantap bagi I Gusti Ayu Desy Wahyuni untuk melangkah ke tahapan pengumpulan data lapangan demi meraih gelar tertinggi akademik. Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh proses penelitian ke depan diberikan kelancaran serta senantiasa dalam tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari disertasi ini mampu memberikan sumbangsih yang agung dan bermanfaat bagi kelestarian tradisi, seni budaya, serta kemajuan peradaban Hindu di tanah air.-(tupasca)
