Soroti Pragmatisme Ritual Perkawinan di Denpasar, Cakra Restu Lalui Ujian Kualifikasi S3 UHN Sugriwa
Denpasar – Arus modernisasi yang masif di perkotaan perlahan mengubah wajah tradisi, termasuk dalam pelaksanaan ritual suci perkawinan Hindu di Bali. Mengangkat realitas sosiologis yang tengah hangat diperbincangkan ini, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar Ujian Kualifikasi Disertasi Penelitian untuk jenjang S3 Doktor Ilmu Agama. Sidang akademik yang bertujuan menguji ketajaman pisau analisis mahasiswa ini dilangsungkan pada Selasa (6/10/2026), bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama.
Tampil ke mimbar akademik dengan persiapan matang, mahasiswa doktoral atas nama I Made Cakra Restu Negara bersiap mempresentasikan kerangka pemikirannya. Dengan tajam, ia mengusung judul penelitian “Penggeseran Nilai Pendewasaan Dalam Upacara Perkawinan Masyarakat Hindu Di Kota Denpasar Dari Sakralitas Kosmologis Ke Rasional Praktis”. Diberikan waktu pemaparan yang efektif selama 15 menit, promovendus merangkum fenomena pergeseran makna pawiwahan (pernikahan) secara komprehensif di hadapan para pakar.
Melalui kacamata sosiologi agama, riset ini menyoroti bagaimana masyarakat di Kota Denpasar kini cenderung kian pragmatis dalam menyikapi rentetan upacara perkawinan. I Made Cakra membedah fenomena penyederhanaan ritus pencarian hari baik (padewasan) yang kini sering kali dikompromikan demi tuntutan efisiensi waktu, biaya, serta gaya hidup modern. Nilai sakralitas kosmologis yang dahulu dipegang teguh sebagai penyatuan mikrokosmos dan makrokosmos, perlahan mulai tergerus oleh pertimbangan rasional yang serba praktis.
Usai memaparkan konstruksi risetnya yang sangat membumi, ketajaman analisis promovendus langsung diuji. Sesi ujian dilanjutkan dengan tanya jawab oleh dewan penguji yang secara otomatis memantik tensi intelektual di ruang persidangan. Kelayakan draf penelitian ini dikawal dan dikuliti secara kritis oleh lima dewan penguji andal, yakni Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag., Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag., Prof. Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D., serta Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si.
Sesi dialog akademik pada ujian kualifikasi ini berlangsung sangat dinamis dan interaktif. Kelima dewan penguji silih berganti mencecar I Made Cakra dengan rentetan pertanyaan tajam terkait validitas data pergeseran nilai, metodologi riset, hingga batasan toleransi antara tuntutan zaman dan pakem Dresta Bali. Berbekal penguasaan literatur dan pemahaman fenomena sosial yang mumpuni, promovendus sukses merespons setiap sanggahan serta menyerap masukan konstruktif dengan argumen yang sangat rasional, lugas, dan meyakinkan.
Lolosnya tahapan krusial ujian kualifikasi ini menjadi fondasi yang kuat bagi I Made Cakra Restu Negara untuk segera melangkah melakukan penggalian data lapangan. Segenap pimpinan, jajaran dewan penguji, dan keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis tahap awal yang cemerlang ini. Semoga setiap tahapan penyusunan disertasi senantiasa diberikan kelancaran oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga hasil riset ini kelak mampu menjadi rujukan strategis dalam menjaga esensi kesakralan ritual perkawinan Hindu di tengah pusaran zaman modern. -(tupasca) #pascaHEBAT
