Tekan Angka Perceraian, Riset Magister UHN Sugriwa Badra Purwa Ningsih Bedah Pola Konseling Keluarga Sukinah
Denpasar – Keutuhan dan keharmonisan institusi keluarga di era urbanisasi saat ini menghadapi tantangan sosiologis yang semakin kompleks, mulai dari tekanan ekonomi hingga pergeseran nilai moral. Di tengah dinamika kota besar seperti Denpasar, pembinaan pranata keluarga berbasis nilai-nilai spiritual keagamaan menjadi instrumen krusial demi mencegah keretakan rumah tangga dan mencetak generasi emas. Merespons urgensi sosial tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar terus berkomitmen menguji serta menghadirkan formulasi komunikasi publik yang adaptif guna memperkuat ketahanan keluarga sungsungan.
Adalah Ni Luh Ayu Badra Purwa Ningsih, mahasiswa Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Hindu, yang sukses mempertahankan hasil penelitiannya dalam Ujian Tesis pada Selasa (26/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Ilmu Komunikasi Hindu, ia memaparkan laporan akhir riset mendalamnya yang bertajuk “Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Hindu dalam Sosialisasi Bimbingan Konseling Keluarga Sukinah di Kota Denpasar”. Kajian ini dinilai sangat strategis dan solutif karena memotret langsung kinerja dan efektivitas pola penyuluhan keagamaan di sektor domestik masyarakat kota.
Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Badra Purwa Ningsih menjelaskan bahwa perwujudan Keluarga Sukinah—konsep keluarga bahagia, sejahtera, dan damai dalam ajaran Hindu—memerlukan teknik penyampaian pesan yang bervariasi dari para penyuluh. Ia membedah bagaimana strategi komunikasi interpersonal, kelompok, hingga optimalisasi media kontemporer digunakan untuk mengedukasi pasangan suami istri mengenai hak dan kewajiban rumah tangga berdasarkan sastra agama. Pola pendekatan yang persuasif, empati, dan kontekstual terbukti mampu menggerakkan kesadaran krama kota untuk proaktif melakukan konseling guna meredam potensi konflik internal keluarga.
Ketajaman analisis Badra dalam meretas pola komunikasi sosioreligius ini diuji secara ketat oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat kompeten di bidangnya. Hadir sebagai penguji utama, Dr. I Gede Januariawan, SH., M.Ag, bersama Dr. I Gusti Ngurah Triyana, S.Kom., M.Pd.H, secara kritis membedah kerangka konseptual serta ketepatan analisis data kualitatif yang disajikan peneliti. Sesi diskusi akademik berlangsung sangat dinamis, menelisik hambatan-hambatan psikologis di lapangan serta bagaimana para penyuluh menyiasati resistensi masyarakat terhadap ruang-ruang konseling keluarga.
Kualitas pelaporan hasil penelitian ini semakin disempurnakan melalui masukan strategis serta sesi tanya jawab intensif bersama Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi, M.Si dan Prof. Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag. Para dewan pakar memberikan arahan penting mengenai penguatan esensi teologi komunikasi Hindu dalam menyelesaikan problematika sosial perkotaan agar draf tesis ini memiliki daya aplikatif yang tinggi. Sesi tanya jawab tersebut menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk mempertahankan argumentasi ilmiahnya, sekaligus merampungkan dokumen akademisnya sesuai standar baku karya ilmiah magister yang kredibel.
Keberhasilan dalam ujian tesis ini menjadi capaian akademik yang sangat membanggakan bagi Ni Luh Ayu Badra Purwa Ningsih untuk resmi menyandang gelar Magister Ilmu Komunikasi (M.I.Kom). Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh dedikasi keilmuan ini mendapatkan kelancaran serta senantiasa berada dalam lindungan dan tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari riset ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu komunikasi keagamaan, serta menjadi panduan taktis yang nyata bagi Kementerian Agama maupun penyuluh lapangan dalam merawat fondasi keharmonisan keluarga Hindu di Indonesia. -(tupasca)
