|

Edukasi Umat, S3 Ilmu Agama UHN Sugriwa Bedah Makna Upacara dan Wariga di Banjar Tagtag Denpasar

Denpasar – Program Studi Doktor Ilmu Agama, Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Kegiatan yang mengangkat tema pemahaman wariga dan pemaknaan upacara Hindu tersebut dilaksanakan di Banjar Tagtag Peguyangan, Kota Denpasar, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut diikuti oleh Kelian Banjar bersama masyarakat setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengelola Program Studi Doktor Ilmu Agama, para dosen homebase Program Studi Doktor Ilmu Agama, serta perwakilan sivitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Kehadiran unsur akademik tersebut menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana dalam memperkuat keterlibatan perguruan tinggi di tengah masyarakat melalui kegiatan pengabdian.

Antusiasme warga terlihat dari kehadiran dan keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung, khususnya pada sesi penyampaian materi dan diskusi. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang interaksi antara akademisi dan masyarakat dalam membahas berbagai aspek kehidupan keagamaan Hindu yang dekat dengan praktik keseharian umat.

Kegiatan PKM ini dikoordinasikan oleh Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H. selaku Ketua Panitia Pelaksana. Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Doktor Ilmu Agama berupaya menghadirkan ruang edukasi keagamaan yang dapat mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik kehidupan keagamaan masyarakat.

Materi pertama disampaikan oleh akademisi UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. I Made Dwitayasa, S.Ag., M.Fil.H., dengan topik “Pemaknaan Upacara Hindu sebagai Warisan Budaya Spiritual.” Dalam pemaparannya, Dr. Dwitayasa menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara Hindu tidak hanya berkaitan dengan aspek ritual, tetapi juga memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya yang perlu dipahami secara lebih mendalam.

Menurutnya, pemahaman terhadap makna yang terkandung dalam setiap tahapan upacara menjadi penting agar pelaksanaan ritual keagamaan tidak berhenti pada aspek kebiasaan atau tradisi semata. Nilai-nilai spiritual dan kearifan yang diwariskan oleh para leluhur perlu terus dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya sesuai dengan perkembangan zaman.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag. dengan topik “Pemahaman Wariga.” Dalam pemaparannya, Prof. Sutarya menguraikan wariga sebagai salah satu bagian penting dalam tradisi keagamaan Hindu Bali, khususnya dalam menentukan padewasan atau hari yang dipandang baik untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan.

Pemahaman terhadap wariga, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan sistem penanggalan tradisional, tetapi juga mencerminkan pengetahuan masyarakat Bali dalam membangun keselarasan antara kehidupan manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat terhadap wariga diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas keagamaan secara lebih sadar dan bermakna.

Kegiatan PKM ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Program Studi Doktor Ilmu Agama dalam menjalankan fungsi perguruan tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan pengelola program studi, dosen homebase, serta sivitas akademika Pascasarjana menunjukkan adanya sinergi internal dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan dengan masyarakat.

Antusiasme masyarakat semakin terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah pertanyaan yang disampaikan menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap pemahaman yang lebih mendalam mengenai wariga, pelaksanaan upacara, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Doktor Ilmu Agama UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus diperkuat. Kegiatan pengabdian serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keagamaan sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai kearifan lokal Hindu Bali.

-(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait