|

Bedah Pola Asuh Bali Aga Sembiran, Kadek Ari Wisudayanti Sukses Jalani Ujian Tertutup Disertasi S3 UHN Sugriwa

Denpasar – Tatanan budaya dan tradisi masyarakat Bali Aga di Desa Sembiran, Buleleng, memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam pola asuh keluarga yang sarat akan nilai-nilai kearifan lokal. Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, pola pengasuhan tersebut menjadi pilar utama dalam membentengi karakter generasi muda serta menjaga ketahanan budaya lokal. Menyadari krusialnya penggalian nilai-nilai sosiologis-religius tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar terus berkomitmen mengawal lahirnya karya ilmiah berkualitas tinggi di tataran program doktoral.

Wujud nyata dari komitmen tersebut terealisasi dalam Sidang Ujian Tertutup Disertasi oleh mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama atas nama Kadek Ari Wisudayanti pada Selasa (04/08/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, promovendus tampil tenang, lugas, dan penuh persiapan dalam mempertanggungjawabkan karya riset puncaknya. Penelitian mendalam yang diangkatnya bertajuk “Dinamika Pola Asuh Keluarga Bali Aga dalam Pembentukan Karakter dan Ketahanan Budaya pada Era Modernisasi Di Desa Sembiran Kabupaten Buleleng”.

Dalam sesi pemaparan yang berlangsung terstruktur selama 15 menit, Kadek Ari Wisudayanti membedah dinamika pola pengasuhan yang diterapkan oleh keluarga Bali Aga di Desa Sembiran. Ia menguraikan bagaimana transmisi nilai-nilai moral, etika, dan spiritualitas Hindu lokal diwariskan secara konsisten dari generasi ke generasi untuk merespons tantangan zaman modern. Hasil kajiannya menunjukkan bahwa kekuatan ketahanan budaya di Desa Sembiran terletak pada fleksibilitas pola asuh keluarga yang mampu menyerap perkembangan teknologi tanpa mengikis akar tradisi leluhur.

Konstruksi teori dan temuan sosiologis-keagamaan yang disajikan kemudian diuji secara tajam dan mendalam melalui sesi tanya jawab oleh jajaran dewan penguji. Sidang akademik tertutup ini dihadiri oleh guru besar dan akademisi, di antaranya Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, MA, Prof. Dr. Made Sri Putri Purnamawati, S.Ag, MA., M.Erg, Prof. Dr. Ida Ayu Tary Puspa, S.Ag., M.Par, serta Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum. Para penguji secara kritis menelisik ketajaman analisis kebudayaan serta validitas instrumen penelitian yang digunakan.

Sesi pendalaman materi disertasi berlangsung kian dinamis dengan rentetan masukan dan sanggahan ilmiah dari dewan penguji ahli lainnya, yakni Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si, Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, dan Dr. I Made Adi Brahman, S.Ag., M.Fil.H. Berbekal kedalaman materi dan penguasaan data etnografis yang matang di lapangan, Kadek Ari Wisudayanti sukses merespons seluruh pertanyaan dengan argumen akademik yang sangat memuaskan, sekaligus membuktikan kesiapannya menuju tahapan puncak promosi terbuka.

Tuntasnya tahapan ujian tertutup ini menandai selangkah lebih dekat bagi promovenda untuk meraih gelar doktor secara paripurna. Segenap pimpinan, jajaran dosen, dan keluarga besar Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta doa terbaik agar proses penyempurnaan naskah disertasi ini senantiasa diberikan kelancaran. Semoga hasil riset tentang pola asuh Bali Aga ini kelak memberikan sumbangsih literasi yang berharga bagi penguatan karakter generasi muda dan kelestarian budaya Bali di bawah tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. -(tupasca)

Berita Terkait