Bedah Praktik Literasi Multikultural di Kemenag NTT, I Wayan Budiantara Jalani Seminar Hasil S3 UHN Sugriwa
Denpasar – Pelayanan publik yang inklusif dan berlandaskan pemahaman multikultural menjadi pilar vital dalam merawat kerukunan umat beragama, terutama di wilayah yang kaya akan kemajemukan seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyelenggaraan birokrasi yang responsif terhadap perbedaan latar belakang budaya dan agama menuntut aparat pelaksana untuk memiliki literasi multikultural yang mumpuni. Menyadari urgensi penguatan pelayanan publik berbasis harmoni sosial tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar terus berkomitmen melahirkan riset-riset doktoral yang aplikatif dan solutif.
Komitmen akademik tersebut kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Ujian Seminar Hasil Disertasi oleh mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama atas nama I Wayan Budiantara pada Kamis (06/08/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama dilaskanakan secara hybrid, beliau tampil dengan percaya diri dan terstruktur dalam memaparkan progres riset puncaknya. Adapun topik penelitian mendalam yang diangkatnya berfokus pada dinamika birokrasi keagamaan dengan judul “Praktik Literasi Multikultural Para Pelaksana Pada Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur”.
Dalam sesi pemaparan lugas dan taktis yang berdurasi selama 15 menit, I Wayan Budiantara menguraikan temuan lapangannya terkait implementasi literasi multikultural di Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kanwil Kemenag NTT. Ia membedah bagaimana para pegawai dan pelaksana layanan mengaplikasikan nilai-nilai inklusivitas, dialog, dan toleransi dalam melayani masyarakat yang heterogen. Riset ini memberikan kebaruan perspektif bahwa kualitas birokrasi tidak hanya diukur dari kecepatan administrasi semata, melainkan juga dari kecerdasan kultural para pelayannya dalam merangkul keragaman.

Pemaparan data empiris serta kerangka analisis keagamaan yang tajam tersebut kemudian diuji secara ketat melalui sesi tanya jawab dan bedah substansi oleh jajaran dewan penguji pakar yang hadir. Sidang akademik ini dipimpin dan diuji langsung oleh deretan guru besar serta akademisi mumpuni, di antaranya Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, serta Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H. Para penguji utama secara kritis menelisik validitas metode penelitian kualitatif serta ketajaman pisau analisis multikultural yang diterapkan.
Sesi pendalaman materi seminar hasil kian komprehensif melalui masukan, kritik konstruktif, serta sanggahan akademik dari barisan dewan penguji ahli lainnya, yakni Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum, Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H, dan Dr. I Nyoman Kiriana, S.Ag., MA. Berbekal penguasaan data lapangan yang mendalam dan ketenangan mental yang prima, I Wayan Budiantara sukses menjawab seluruh pertanyaan kritis dengan argumen ilmiah yang sangat memuaskan, mencerminkan kematangan berpikir seorang kandidat doktor.
Keberhasilan melewati tahapan ujian seminar hasil ini menjadi momentum krusial bagi I Wayan Budiantara menuju gerbang sidang akhir promosi doktor. Segenap pimpinan dan keluarga besar Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghaturkan apresiasi serta doa terbaik agar proses penyempurnaan naskah disertasi ini senantiasa diberikan kelancaran. Semoga hasil riset literasi multikultural ini kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang keagamaan, serta senantiasa membawa pencerahan dan kemaslahatan di bawah tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. -(tupasca)
