|

Bedah Pemujaan Ratu Hyang Sakti Pingit, Ni Made Yunitha Asri Diantary Jalani Ujian Proposal S3 UHN Sugriwa

Denpasar – Kekayaan kearifan lokal serta ritus pemujaan spiritual di Bali utara senantiasa menyimpan lapis-lapis filosofi teologis yang mendalam dan sarat nilai-nilai penyucian. Salah satu bentuk penghayatan keagamaan yang unik dan berakar kuat di Buleleng adalah tradisi pemujaan Ratu Hyang Sakti Pingit di Desa Bulian. Guna mengungkap esensi teologis di balik praktik sakral tersebut secara ilmiah, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali memfasilitasi mimbar akademik melalui penyelenggaraan ujian proposal disertasi di tingkat doktoral.

Momen krusial akademik ini dijalani oleh mahasiswa Program Studi S3 Doktor Ilmu Agama atas nama Ni Made Yunitha Asri Diantary pada Kamis (30/07/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, promovendus tampil tenang, fokus, dan penuh persiapan dalam mempertahankan rancangan penelitian puncaknya. Adapun topik disertasi yang diajukan bertajuk “Pemujaan Ratu Hyang Sakti Pingit Di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng (Kajian Teologi Hindu)”.

Dalam sesi pemaparan lugas dan taktis yang berdurasi selama 15 menit, Ni Made Yunitha Asri Diantary menguraikan latar belakang serta urgensi penelitiannya mengenai aspek teologis pemujaan Ratu Hyang Sakti Pingit. Ia membedah bagaimana masyarakat Desa Bulian mewariskan serta mempraktikkan ritus tersebut sebagai bentuk manifestasi bhakti, penyucian spiritual, serta penjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam sakral. Kajian ini dinilai sangat strategis untuk mengukuhkan fondasi teologis Hindu Bali yang berbasis tradisi dan kearifan lokal.

Pemaparan kerangka konseptual serta metodologi penelitian yang ditawarkan kemudian diuji secara ketat melalui sesi tanya jawab mendalam oleh jajaran dewan penguji pakar. Sidang akademik ini dipimpin dan diuji langsung oleh deretan guru besar serta akademisi mumpuni, di antaranya Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H, Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag., M.Ag, serta Prof. Dr. Ni Putu Winanti, S.Ag, M.Pd. Para penguji utama secara kritis menelisik kedalaman tinjauan pustaka dan kesesuaian teori teologi yang akan digunakan.

Sesi pendalaman proposal kian komprehensif melalui masukan, kritik konstruktif, serta saran penyempurnaan dari jajaran dewan penguji ahli lainnya, yakni Dr. Dra. Ni Wayan Sariani Binawati, M.Ag, Dr. I Ketut Gunarta, S.Ag., M.Ag, dan Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si. Berbekal penguasaan materi yang matang dan ketenangan mental yang prima, Ni Made Yunitha Asri Diantary sukses menjawab setiap masukan dewan penguji dengan argumen yang ilmiah, membuktikan kesiapannya untuk melangkah ke tahap pengumpulan data di lapangan.

Keberhasilan menempuh tahapan ujian proposal ini menjadi pijakan awal untuk melangkah ke tahap selanjutnya.  Segenap pimpinan, dosen, dan keluarga besar Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta doa terbaik agar seluruh proses penelitian senantiasa berjalan lancar. Semoga hasil riset teologis ini kelak mampu memberikan sumbangsih literasi yang berharga bagi pelestarian tradisi dan kearifan lokal Hindu Bali, serta senantiasa mendapatkan asung kertha wara nugraha dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. -(tupasca)

Berita Terkait