Kupas Eksistensi Pelinggih Ratu Kepandean, I Gede Sugiarka Maju Ujian Proposal Disertasi S3 UHN Sugriwa
Denpasar – Kekayaan warisan spiritual dan teologi Hindu di Bali senantiasa menarik untuk dikaji secara mendalam melalui kacamata akademis. Salah satu peninggalan sakral yang memiliki nilai historis dan teologis tinggi adalah keberadaan Pelinggih Ratu Kepandean di Karangasem. Guna membedah esensi dari warisan leluhur tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menyelenggarakan mimbar akademik melalui ujian proposal disertasi yang kritis dan berkualitas.
Momen krusial akademik ini dijalani oleh mahasiswa Program Studi S3 Doktor Ilmu Agama atas nama I Gede Sugiarka pada Selasa (28/07/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, informasi yang juga terdokumentasi dalam berkas image_804e42.png ini mencatat langkah awal sang promovendus dalam riset puncaknya. Ia mengajukan rancangan penelitian komprehensif yang bertajuk “Eksistensi Pelinggih Ratu Kepandean Di Pura Taman Dandamayu Desa Adat Jasri Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem (Kajian Teologi Hindu)”.
Dalam sesi pemaparan lugas dan taktis yang berlangsung selama 15 menit, I Gede Sugiarka menguraikan urgensi penelitiannya mengenai keberadaan pelinggih tersebut. Ia membedah bagaimana eksistensi Pelinggih Ratu Kepandean tidak sekadar menjadi simbol fisik peribadatan semata, melainkan memuat nilai-nilai teologi Hindu yang mengakar kuat pada tatanan sosial masyarakat Desa Adat Jasri. Kajian ini dinilai strategis guna mendokumentasikan dan melestarikan pemahaman teologis umat di tengah masifnya arus modernisasi.
Usai memaparkan kerangka konseptualnya, ketajaman proposal tersebut langsung diuji kelayakannya melalui sesi tanya jawab yang dinamis oleh jajaran dewan penguji pakar. Sidang akademik ini dihadiri oleh deretan guru besar dan akademisi terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H, Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, MA, serta Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H. Para penguji utama secara kritis menelisik landasan teori dan kesesuaian metodologi kualitatif yang akan diaplikasikan di lapangan.
Fase pendalaman proposal kian tajam dengan serangkaian masukan konstruktif dari dewan penguji ahli lainnya yang turut hadir, yakni Dr. Drs. I Wayan Sukabawa, S.Ag., M.Ag, Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag, dan Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si. Titik berat diskusi berpusat pada penajaman instrumen penggalian data agar riset teologis ini kelak mampu menghasilkan temuan yang otentik dan komprehensif. Merespons berbagai sanggahan tersebut, I Gede Sugiarka mampu menjawab setiap arahan dengan tenang dan argumentatif, membuktikan kesiapannya menuju riset lapangan.
Keberhasilan menempuh tahapan ujian proposal ini menjadi pijakan awal yang kokoh bagi mahasiswa untuk merajut karya disertasi utuhnya ke depan. Segenap pimpinan dan keluarga besar Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta mendoakan agar seluruh tahapan penelitian senantiasa dilancarkan. Semoga hasil kajian teologis ini kelak mampu memberikan sumbangsih literasi yang aplikatif bagi pelestarian kearifan lokal Hindu Bali, serta senantiasa mendapatkan anugerah dan tuntunan suci dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. -(tupasca)
