Bedah Jejak Digital Ekowisata di TripAdvisor, I Made Widiantara Sah Raih Doktor Cum Laude UHN Sugriwa
Denpasar – Era digitalisasi membawa transformasi besar dalam sektor pariwisata, di mana platform ulasan daring kini menjadi ujung tombak promosi destinasi wisata. Bagi Bali, menjaga citra ekowisata di mata dunia maya adalah langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan ekologi sekaligus pariwisata budaya yang diusungnya. Merespons dinamika komunikasi pariwisata digital tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali mencetak akademisi unggul yang siap memberikan solusi strategis bagi citra pariwisata Nusantara di kancah global.
Capaian prestisius ini ditandai dengan diselenggarakannya Sidang Akademik Ujian Terbuka Disertasi oleh mahasiswa atas nama I Made Widiantara pada Selasa (21/07/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu, momen bersejarah yang informasinya juga terangkum dalam dokumen image_b9655e.png ini menjadi panggung pembuktian kiprah akademiknya. Promovendus tampil penuh percaya diri mempertahankan riset puncaknya yang bertajuk “Resonansi Komunikasi Pariwisata dalam Konten Ekowisata Bali di Platform Tripadvisor”.
Dalam sesi pemaparan taktis dan komprehensif selama 15 menit, I Made Widiantara menguraikan bagaimana ulasan, peringkat, dan narasi dari para pelancong di platform TripAdvisor mampu menciptakan resonansi komunikasi yang sangat kuat. Ia menelisik interaksi digital turis yang tidak sekadar mengulas fasilitas, tetapi juga menilai sejauh mana sebuah destinasi sungguh-sungguh mengimplementasikan nilai-nilai pelestarian alam dan kearifan lokal. Temuannya menegaskan bahwa jejak digital yang positif berkorelasi langsung dengan daya tarik, kepercayaan, dan reputasi pariwisata berkelanjutan Pulau Dewata di mata dunia internasional.
Ketajaman analisis keilmuan komunikasi siber ini kemudian diuji secara ketat melalui sesi tanya jawab oleh jajaran dewan penguji pakar yang kredibel di bidang komunikasi dan pariwisata. Hadir menguliti argumen promovendus antara lain Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum, Dr. I Gst. Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H, serta Dr. phil. Kadek Dwi Cahaya Putra, S.Pd., M.Sc.. Para akademisi ini secara kritis mengelaborasi metodologi penelitian serta relevansi teori komunikasi yang digunakan dalam memotret fenomena e-Word of Mouth (e-WOM) tersebut.

Sidang akademik kian dinamis dengan serangkaian sanggahan dan masukan bernas dari barisan penguji ahli lainnya, yakni Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag, Prof. Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par, Dr. I Wayan Wiwin, SST.Par., M.Par, dan Dr. Ni Kadek Surpi, S.Pt., M.Fil.H. Ketenangan dan penguasaan literatur yang matang membuat I Made Widiantara sukses mematahkan setiap pertanyaan akademik dewan penguji dengan sangat baik. Atas performa ilmiahnya yang luar biasa, dewan penguji sepakat menetapkannya sebagai peraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi Hindu ke-2 di lingkungan Pascasarjana UHN Sugriwa dengan menyematkan predikat kelulusan Dengan Pujian (Cum Laude).
Segenap pimpinan dan keluarga besar Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghaturkan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian gelar akademik paripurna ini. Semoga gelar keilmuan yang diraih senantiasa membawa berkah, dinaungi tuntunan suci dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta menjadikan buah pemikiran ini sebagai kontribusi nyata dalam mendongkrak kualitas komunikasi pariwisata Bali yang beradab dan berkelanjutan. -(tupasca)
