|

Bedah Pendidikan Karakter ‘Love All Serve All’, I Wayan Joni Lalui Ujian Kualifikasi S3 UHN Sugriwa

Denpasar – Pendidikan dasar sejati sejatinya tidak hanya berfokus pada kecerdasan kognitif, melainkan juga harus mampu menanamkan fondasi kemanusiaan dan empati sosial sejak dini. Merespons urgensi pendidikan karakter berbasis spiritual tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar Ujian Kualifikasi Disertasi Penelitian program S3 Doktor Ilmu Agama. Ujian krusial yang menakar kebaruan gagasan akademik ini dilangsungkan secara ketat pada Kamis (8/10/2026), bertempat di ruang ujian program S3 Doktor Ilmu Agama.

Tampil ke mimbar akademik dengan persiapan konseptual yang matang, mahasiswa doktoral atas nama I Wayan Joni Artha bersiap mempertanggungjawabkan kerangka pemikirannya. Dengan lugas, ia mengusung judul penelitian yang sarat akan nilai humanisme, yakni “Implementasi Nilai LOVE ALL SERVE ALL Sebagai Aktualisasi Mahavakya Tattwa ASI Dalam Pendidikan Sathya Sai: Studi Kasus di SD Sathya Sai Tegeh Kori”. Diberikan alokasi waktu pemaparan taktis selama 15 menit, promovendus merangkum intisari rancangan risetnya secara komprehensif di hadapan para pakar pendidikan dan agama.

Melalui pendekatan sosiologi pendidikan dan teologi Hindu, riset ini menyoroti bagaimana filosofi luhur Weda yakni Tat Twam Asi (Aku adalah Engkau) dapat dibumikan ke dalam kurikulum sekolah dasar. I Wayan Joni membedah penerapan semboyan universal “Love All Serve All” (Kasihi Semua, Layani Semua) di SD Sathya Sai Tegeh Kori, yang terbukti tak sekadar menjadi slogan, melainkan roh dari seluruh aktivitas pembelajaran. Pendekatan akademik ini dinilai sangat strategis untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Usai memaparkan konstruksi pemikirannya yang sangat membumi, ketajaman analisis promovendus langsung diuji melalui sesi tanya jawab. Dinamika persidangan berlangsung sangat interaktif, sarat akan dialektika intelektual seputar penerapan filsafat di ruang kelas nyata. Kelayakan gagasan riset ini dikawal dan dikuliti secara komprehensif oleh lima dewan penguji yang terdiri dari deretan pakar, pendidik, dan guru besar di lingkungan UHN Sugriwa.

Jajaran akademisi andal yang hadir menyidang dan membedah rancangan disertasi ini dipimpin oleh Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag., M.Ag., bersama Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag., dan Prof. Dr. Ni Kadek Surpi, S.Pt., M.Fil.H. Formasi penguji ini semakin solid dengan kehadiran Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si., serta Dr. Drs. Made Redana, M.Si. Kelima dewan pakar silih berganti mencecar I Wayan Joni dengan pertanyaan kritis guna memvalidasi instrumen penelitian kualitatif, landasan filosofis, hingga tantangan implementasi nilai universal tersebut di era modern, yang semuanya sukses direspons dengan argumen rasional oleh mahasiswa.

Lolosnya tahapan ujian kualifikasi ini menjadi fondasi yang sangat esensial bagi I Wayan Joni Artha untuk segera melangkah ke tahap penggalian data lapangan yang lebih mendalam. Segenap pimpinan, jajaran dewan penguji, dan keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis tahap awal yang gemilang ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kelancaran dalam proses penyusunan disertasi, sehingga kelak karya luhur ini mampu menjadi rujukan strategis bagi pengembangan pendidikan karakter di Indonesia. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait