|

Bedah Etika Ibu Hamil Lewat Lontar Kuno, Wayan Artayasa Tuntaskan Ujian Kualifikasi S3 UHN Sugriwa

Denpasar – Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menguji ketajaman riset akademiknya lewat kegiatan Ujian Kualifikasi Disertasi Penelitian program S3 Doktor Ilmu Agama. Ujian yang menyoroti pentingnya pendidikan karakter sejak dalam kandungan ini digelar secara ketat pada Senin (28/9/2026), bertempat di ruang ujian program S3 Doktor Ilmu Agama.

Adalah mahasiswa atas nama I Wayan Artayasa yang tampil ke mimbar akademik membawa kebaruan riset sosiokultural. Ia dengan tajam dan berani mengangkat judul penelitian “Pratingkahing Wong Garbhini Dalam Teks Tutur Dharma Brata : Struktur, Makna Ideologis, dan Implikasinya Bagi Pendidikan Keluarga Hindu Di Bali”.

Berhadapan dengan deretan penguji, ujian berlangsung dengan pemaparan dari mahasiswa selama 15 menit yang padat dan komprehensif. Wayan Artayasa mengupas tuntas etika, tata laku, hingga pantangan perempuan hamil (wong garbhini) yang tertuang dalam Teks Tutur Dharma Brata. Ia menegaskan bahwa naskah lawas tersebut bukan sekadar warisan sastra, melainkan instrumen ideologis yang sangat relevan untuk membentengi pendidikan keluarga Hindu di tengah disrupsi zaman modern.

Ketajaman pisau analisis promovendus tentu tidak dibiarkan lolos begitu saja. Usai presentasi, sesi langsung dilanjutkan dengan tanya jawab oleh dewan penguji yang memantik tensi intelektual. Kelayakan draf disertasi ini dikuliti habis oleh dewan penguji yang hadir, yaitu 1. Prof. Dr. Made Sri Putri Purnamawati, S.Ag, MA., M.Erg, 2. Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, 3. Prof. Dr. Ni Putu Winanti, S.Ag, M.Pd, 4. Prof. Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag., dan 5. Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si.

Kelima penguji tersebut silih berganti mencecar Wayan Artayasa dengan rentetan pertanyaan kritis. Fokus pengujian mengerucut pada validitas tafsir teks kuno, konstruksi metodologi, hingga menguji sejauh mana implikasi praktis ajaran tersebut mampu diaplikasikan oleh keluarga Hindu masa kini. Lewat penguasaan literatur yang matang, promovendus sukses merespons setiap sanggahan dengan argumen yang lugas, taktis, dan meyakinkan.

Kesuksesan menembus ujian kualifikasi ini menjadi pijakan esensial bagi I Wayan Artayasa untuk melanjutkan riset lapangannya. Segenap pimpinan dan keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat dan sukses atas pencapaian akademis ini, seraya mendoakan kelancaran menuju tahapan ujian berikutnya. Harapannya, sumbangsih karya ilmiah ini kelak dapat menjadi rujukan konkret bagi pemerintah maupun masyarakat dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pendidikan karakter Hindu di Bali. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait