Bedah Peran Prajuru Adat Jaga Kerukunan, Wayan Agus Putrayasa Maju Ujian Proposal S3 UHN Sugriwa
Denpasar – Harmoni dan kerukunan umat beragama di Bali tak lepas dari peran sentral para tokoh adat di tingkat akar rumput. Mengangkat urgensi sosiologis tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar Sidang Ujian Proposal Disertasi untuk Program S3 Doktor Ilmu Agama pada Rabu (23/9/2026). Sidang akademik ini menjadi langkah awal krusial bagi mahasiswa doktoral untuk mematangkan kerangka risetnya sebelum terjun langsung meneliti ke tengah masyarakat.
Berlangsung di Ruang Ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, sidang ini mendaulat mahasiswa atas nama I Wayan Agus Putrayasa untuk mempresentasikan rancangan penelitiannya. Promovendus mengusung judul riset yang sangat lekat dengan isu strategis masa kini, yakni “Eksistensi Prajuru Adat Dalam Penguatan Moderasi Beragama Terhadap Masyarakat Di Desa Adat Tengkudak Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan”. Kajian ini secara khusus menyoroti bagaimana kearifan lokal berpadu harmonis dengan kebijakan moderasi beragama dari pemerintah.
Diberikan waktu pemaparan yang padat dan taktis selama 15 menit, I Wayan Agus Putrayasa merangkum latar belakang, rumusan masalah, hingga desain metodologi yang akan digunakannya. Ia memaparkan rencana pemetaan terkait kiprah strategis Prajuru Adat di Desa Adat Tengkudak yang tidak hanya bertugas menegakkan awig-awig (aturan adat), melainkan juga menjadi ujung tombak dalam meredam potensi friksi sosial dan merawat toleransi antarwarga di tengah keberagaman.
Usai menjabarkan rancangannya, ketajaman kerangka berpikir promovendus langsung diuji oleh tujuh dewan penguji yang terdiri dari deretan pakar dan guru besar terkemuka UHN Sugriwa. Formasi penguji yang hadir menelisik proposal tersebut meliputi Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag., Dr. I Ketut Gunarta, S.Ag., M.Ag., Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., dan Prof. Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag. Turut menyidang dan memberi masukan adalah Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H., Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H., serta Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H.
Sesi tanya jawab pada ujian proposal ini berlangsung sangat dinamis dan kaya akan tensi intelektual. Rentetan pertanyaan kritis dilontarkan oleh para penguji untuk membedah pisau analisis teologi sosial dan memvalidasi instrumen penelitian yang diajukan. Diskusi ini menjadi ajang penting untuk memberikan masukan konstruktif, memastikan agar arah riset I Wayan Agus Putrayasa menjadi lebih tajam, fokus, dan komprehensif saat melakukan penggalian data di lapangan nanti.
Lolosnya rancangan penelitian dalam tahap ujian proposal ini menjadi pijakan awal yang sangat esensial bagi promovendus menuju penyusunan disertasi utuh. Segenap pimpinan, dewan penguji, dan keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas kelancaran ujian ini. Semoga I Wayan Agus Putrayasa senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam merampungkan riset lapangannya, sehingga hasil penelitian kelak mampu memberikan sumbangsih literatur yang nyata bagi penguatan moderasi beragama dan pelestarian tata hukum adat di Bali. -(tupasca) #pascaHEBAT
