|

Tahan Gempuran Modernisasi, Riset Pola Asuh Bali Aga Antar Kadek Ari Raih Gelar Doktor ke-188 UHN Sugriwa

Denpasar – Di tengah kepungan arus modernisasi yang masif, ketangguhan budaya lokal nyatanya masih berakar kuat di desa-desa tua Bali. Fenomena sosiologis inilah yang sukses dikupas tuntas oleh Kadek Ari Wisudayanti hingga mengantarkannya meraih gelar akademik tertinggi. Lewat Sidang Ujian Terbuka Disertasi pada Rabu (23/9/2026), Kadek Ari resmi dikukuhkan sebagai Doktor ke-188 dari Program S3 Ilmu Agama Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Sidang puncak ini digelar penuh khidmat di Ruang Ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama.

Tampil percaya diri, Kadek Ari membedah disertasi yang sangat membumi dan relevan dengan realitas sosial masa kini, berjudul “Dinamika Pola Asuh Keluarga Bali AGA Dalam Pembentukan Karakter dan Ketahanan Budaya Pada Era Modernisasi Di Desa Sembiran Kabupaten Buleleng”. Diberikan waktu pemaparan taktis selama 15 menit, promovenda merangkum dengan apik bagaimana keluarga Bali Aga di Sembiran membentengi generasi mudanya. Ia menyoroti pola asuh tradisional yang diwariskan secara turun-temurun sebagai tameng utama dalam menjaga karakter dan identitas kultural anak-anak Sembiran dari gerusan gaya hidup serba modern.

Ketajaman analisis dan orisinalitas karya ilmiah Kadek Ari kemudian diuji secara komprehensif oleh sembilan dewan penguji. Barisan dewan penguji yang menyidang promovenda yaitu dipimpin oleh Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag., selaku ketua sidang dan didampingi oleh Promotor Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. dan Turut menguji para guru besar dan akademisi lainnya yakni Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, MA.,  Prof. Dr. Ida Ayu Tary Puspa, S.Ag., M.Par., Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum., dan Prof. Dr. Made Sri Putri Purnamawati, S.Ag, MA., M.Erg. Jajaran penguji ini kian solid dengan kehadiran Prof. Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag., Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si., serta Dr. I Made Adi Brahman, S.Ag., M.Fil.H.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, interaktif, dan penuh tensi intelektual. Rentetan pertanyaan tajam dari kesembilan dewan penguji silih berganti menguliti validitas data lapangan, landasan teori pengasuhan anak (parenting), hingga proyeksi ketahanan budaya masyarakat Bali Aga di masa depan. Berbekal penguasaan materi yang sangat matang serta penghayatan mendalam terhadap subjek penelitiannya, Kadek Ari berhasil merespons setiap cecaran dan sanggahan penguji dengan argumentasi ilmiah yang bernas, tenang, dan sangat meyakinkan.

Perjuangan intelektual Kadek Ari Wisudayanti pun berbuah manis. Usai mempertimbangkan ketangguhan argumen dan kualitas disertasinya di meja ujian, dewan penguji sepakat menyatakan promovenda lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Pencapaian gemilang ini tidak hanya mengukir sejarah manis pribadinya sebagai Doktor ke-188 di UHN Sugriwa, tetapi juga menjadi sumbangsih literatur yang sangat berharga bagi ilmu antropologi budaya dan pendidikan karakter Hindu berbasis kearifan lokal.

Segenap pimpinan, jajaran dewan penguji, dan keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat dan sukses atas gelar doktor yang berhasil diraih oleh Dr. Kadek Ari Wisudayanti. Semoga ilmu dan gelar yang disandang senantiasa membawa keberkahan, serta temuan riset ini mampu menginspirasi masyarakat luas dan pemangku kebijakan dalam merawat warisan luhur kebudayaan Bali. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait