|

Bedah Dialog Kearifan Lokal di RRI Denpasar, Ni Putu Widhyawaty Sukses Jalani Ujian Tertutup Disertasi S3 UHN Sugriwa

Denpasar – Peran media massa penyiaran publik di era modern tidak sekadar berfungsi sebagai saluran informasi semata, melainkan sebagai jembatan strategis dalam merawat keragaman budaya dan memperkuat integrasi sosial. Di Bali, gaung penyiaran yang memadukan substansi dialogis dengan nilai-nilai kearifan lokal menjadi kunci penting dalam merawat harmoni masyarakat majemuk. Menyadari urgensi tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar terus berkomitmen melahirkan riset-riset penyiaran berkualitas tinggi di tataran program doktoral.

Komitmen akademik tersebut berlanjut melalui pelaksanaan Ujian Tertutup Disertasi oleh mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi Hindu atas nama Ni Putu Widhyawaty pada Senin (20/07/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu, promovendus tampil fokus dan penuh persiapan dalam mempertahankan tahapan krusial disertasinya. Adapun riset mendalam yang diangkatnya berfokus pada media penyiaran publik dengan judul “Komunikasi Dialogis Berbasis Kearifan Lokal dalam Program Mozaik Indonesia di RRI Denpasar”.

Dalam sesi pemaparan taktis dan lugas yang berdurasi 15 menit, Ni Putu Widhyawaty menguraikan bagaimana pola komunikasi dialogis yang diterapkan melalui program “Mozaik Indonesia” di RRI Denpasar menjadi instrumen efektif. Ia membedah strategi penyiaran yang tidak hanya menyampaikan pesan kebangsaan, tetapi juga mengintegrasikan muatan kearifan lokal secara partisipatif dan humanis. Hasil kajiannya menunjukkan bahwa pendekatan dialogis berbasis kebudayaan mampu memperkuat daya tarik siaran sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif pendengar terhadap pentingnya nilai-nilai toleransi dan kerukunan.

Pemaparan kerangka konseptual dan temuan riset yang bernas tersebut kemudian diuji secara ketat melalui sesi tanya jawab mendalam oleh jajaran dewan penguji pakar. Sidang akademik tertutup ini dihadiri oleh deretan guru besar dan akademisi mumpuni, di antaranya Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi, M.Si, Dr. I Gst. Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, serta Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag. Para penguji utama secara kritis menelisik ketajaman metodologi analisis komunikasi serta konsistensi temuan lapangan yang disajikan oleh promovendus.

Sesi pendalaman materi disertasi kian komprehensif dengan masukan dan sanggahan konstruktif dari barisan dewan penguji ahli lainnya, yakni Dr. Drs. I Wayan Wirta, M.Si, Dr. I Gede Suwantana, M.Ag, Dr. Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, S.Ag., M.Si, Dr. I Gede Januariawan, SH., M.Ag, dan Prof. Dr. Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si. Berbekal penguasaan literatur komunikasi penyiaran dan ketenangan mental yang prima, Ni Putu Widhyawaty sukses menjawab seluruh pertanyaan kritis dewan penguji dengan argumen ilmiah yang sangat memuaskan.

Kelancaran dalam melalui tahapan ujian tertutup ini menandai selangkah lebih dekat bagi promovendus menuju podium promosi doktor terbuka. Segenap pimpinan dan keluarga besar Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghaturkan apresiasi serta doa terbaik agar proses penyempurnaan disertasi ini senantiasa diberikan kelancaran. Semoga hasil riset komunikasi dialogis ini kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan dunia penyiaran publik, serta memperkuat pilar keharmonisan bangsa berlandaskan kearifan lokal di bawah tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. -(tupasca)

Berita Terkait