| | |

Raih Doktor ke-181 UHN Sugriwa, Ni Putu Sudarsani Bedah Konflik Peran dan Kinerja Karyawan Perempuan Hindu

Denpasar – Keseimbangan antara tanggung jawab domestik dan tuntutan profesional menjadi tantangan krusial bagi karyawan perempuan di era modern, khususnya di lingkungan institusi pendidikan tinggi. Fenomena Work-Family Conflict (WFC), yang sering kali beririsan dengan tekanan kerja dan tingkat kepuasan, menjadi variabel penentu bagi optimalisasi kinerja individu. Merespons urgensi manajemen sumber daya manusia berbasis sosiologi agama tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar sukses menggelar sidang akademik tertinggi guna membedah kompleksitas tersebut dalam bingkai riset ilmiah yang aplikatif.

Adalah Ni Putu Sudarsani, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, yang berhasil melewati tahapan akhir studinya dalam Ujian Terbuka Disertasi pada Senin (08/06/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, ia mempertahankan hasil riset mendalamnya yang bertajuk “Analisis Pengaruh Work Family Conflict (WFC), Stress Kerja, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Perempuan Hindu di Universitas Tabanan”. Disertasi ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya membedah sisi manajerial, melainkan juga menyentuh aspek psikososial perempuan Hindu dalam menjalankan peran ganda di sektor pendidikan.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Ni Putu Sudarsani menguraikan bahwa tingginya intensitas pekerjaan sering kali memicu stres kerja yang berdampak pada penurunan performa jika tidak diimbangi dengan kepuasan kerja yang memadai. Melalui pisau analisis manajemen sosioreligius, ia membedah bagaimana karyawan perempuan Hindu di Universitas Tabanan mengelola konflik antara peran keluarga dan tuntutan profesional sebagai wujud pengabdian. Hasil risetnya menawarkan model manajerial yang solutif bagi institusi untuk menciptakan ekosistem kerja yang mendukung kesejahteraan psikologis karyawan perempuan tanpa mengabaikan produktivitas institusional.

Ketajaman visi serta argumentasi ilmiah Sudarsani dalam membedah isu manajemen sumber daya manusia ini diuji secara komprehensif oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat prestisius. Hadir sebagai barisan penguji utama, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, Dr. Drs. I Nyoman Temon Astawa, M.Pd, Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi, M.Si, serta Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag., M.Ag. Sesi diskusi akademik di ruang ujian terbuka berlangsung sangat dinamis, di mana para guru besar menelisik secara mendalam mengenai variabel-variabel intervensi yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen universitas untuk meminimalisir Work-Family Conflict.

Kualitas pertanggungjawaban disertasi ini semakin dipertajam melalui diskusi intensif bersama penguji lainnya, yaitu Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd, Dr. Heny Perbowosari, S.Ag., M.Pd, Dr. Dra. Ni Nyoman Perni, M.Pd, dan Dr. I Wayan Widnyana, SE., MM., AK., QIA. Ketangkasan Sudarsani dalam menjawab setiap sanggahan menunjukkan kematangan intelektual yang luar biasa. Atas performa akademiknya yang cemerlang, dewan penguji sepakat menetapkan beliau berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Agama ke-181 bagi Pascasarjana UHN Sugriwa dengan predikat Sangat Memuaskan.

Keberhasilan dalam ujian terbuka ini menjadi capaian puncak yang membanggakan, sekaligus mengukuhkan posisi Dr. Ni Putu Sudarsani, S.Pd., M.Pd., di barisan akademisi dan praktisi pendidikan Hindu Nusantara. Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghaturkan ucapan selamat yang paling mendalam serta mendoakan agar gelar tertinggi ini senantiasa membawa berkah dan tuntunan luhur dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga buah pemikiran ilmiah ini mampu memberikan sumbangsih yang nyata bagi pengembangan manajemen sumber daya manusia di lingkungan pendidikan, serta menjadi inspirasi bagi para perempuan untuk tetap berkarya dan berdaya di tengah tantangan peran ganda masa kini. -(tupasca)

Berita Terkait