Smart Village Berbasis Adat, Riset Doktor UHN Sugriwa I Gede Pawana Bedah Digitalisasi Desa Duda Timur
Denpasar – Akulturasi antara kemajuan teknologi informasi dan kelembagaan tradisional kini menjadi kunci krusial dalam mempercepat roda pelayanan publik tanpa mengikis akar budaya lokal di Bali. Dalam era modernisasi, keselarasan kerja antara struktur pemerintahan dinas dan tata kelola desa adat sering kali memerlukan jembatan konseptual agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Merespons tantangan tata kelola sosioreligius tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar ujian akademik tertinggi guna membedah formula integrasi digital desa yang berakar pada kearifan lokal.
Adalah I Gede Pawana, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, yang sukses melewati tahapan krusial dalam Ujian Tertutup Disertasi pada Selasa (26/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, ia mempertahankan hasil riset mendalamnya yang bertajuk “Sinergi Desa Adat dengan Desa Dinas dalam Penerapan Teknologi Informasi berbasis Tri Hita Karana di Desa Adat Duda Timur Selat Karangasem”. Kajian ini dinilai sangat inovatif dan aplikatif karena memotret keberhasilan desa digital di Karangasem yang tetap memegang teguh filosofi keseimbangan kosmis Bali.
Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, I Gede Pawana menjelaskan bahwa penerapan teknologi informasi di perdesaan akan berjalan optimal jika mampu mengadopsi nilai-nilai Tri Hita Karana. Ia membedah bagaimana aplikasi dan sistem informasi desa di Duda Timur dirancang untuk melayani hubungan manusia dengan Tuhan (parhyangan), mempererat komunikasi dan administrasi antarwarga (pawongan), serta menjaga kelestarian lingkungan (palemahan). Sinergi yang kuat antara dualitas kepemimpinan desa ini terbukti melahirkan efisiensi birokrasi, transparansi publik, sekaligus memperkokoh ketahanan adat di tengah gempuran era siber.
Ketajaman analisis Pawana dalam meretas konsep smart village berbasis spiritualitas ini diuji secara komprehensif oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat prestisius. Hadir sebagai barisan penguji utama, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi, M.Si, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, serta Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag. Sesi diskusi akademik di ruang ujian tertutup berlangsung sangat dinamis, di mana para guru besar menelisik lebih dalam aspek metodologi serta keaslian model integrasi sistem yang dibangun agar mampu menjadi rujukan nasional.
Kualitas pelaporan disertasi ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta tanya jawab intensif bersama jajaran penguji lainnya, yaitu Prof. Dr. Drs. I Nyoman Linggih, M.Si, Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H, Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag, Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si, dan Dr. Drs. Made Redana, M.Si. Ketangkasan promovendus dalam mempertahankan argumentasi ilmiahnya menunjukkan kesiapan mental yang matang serta penguasaan sosiologis yang kuat terhadap lokus penelitian di Kecamatan Selat tersebut. Jajaran penguji menekankan pentingnya riset ini sebagai pemikiran akademis yang memberikan kontribusi nyata bagi tata kelola pemerintahan berbasis budaya.
Keberhasilan dalam ujian tertutup ini menjadi lompatan akhir yang mantap bagi I Gede Pawana sebelum melangkah ke tahapan Promosi Doktor (Ujian Terbuka) demi menyandang gelar akademik tertinggi. Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh dedikasi keilmuan ini mendapatkan kelancaran serta senantiasa berada dalam tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari disertasi ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu agama Hindu, serta menjadi model acuan praktis bagi desa-desa lainnya di Bali dan Indonesia dalam mewujudkan digitalisasi yang harmonis dan berkarakter luhur. -(tupasca)
