|

Kupas Esensi Teologi Hindu Naskah Kuno, Mahasiswa S2 UHN Sugriwa I Wayan Catur Sukses Seminar Hasil Tesis

Denpasar – Penelusuran dan kontekstualisasi nilai-nilai spiritual dalam teks keagamaan klasik nusantara terus menjadi prioritas ilmiah guna menjaga akar peradaban bangsa. Sebagai salah satu peninggalan monumental dari era Jawa Kuno, khazanah sastra suci menyimpan rahasia ketuhanan mendalam yang relevan dengan perkembangan teologi kontemporer. Merespons pentingnya penyelamatan ideologi luhur tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar ujian akademik strategis untuk membedah esensi ketuhanan dari naskah kuno.

Adalah I Wayan Catur, mahasiswa Program Magister (S2) Brahma Widya, yang sukses memaparkan hasil penelitiannya dalam Ujian Pra Tesis/Seminar Hasil Penelitian pada Selasa (19/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Brahma Widya, ia mempertahankan riset mendalam bertajuk “Teks Sang Hyang Kamahayanikan (Kajian Teologi Hindu)”. Riset ini dinilai sangat berbobot dan menantang karena berupaya mengelaborasi aspek esoteris sastranya ke dalam ruang analisis teologi Hindu secara komprehensif.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, I Wayan Catur menjelaskan bahwa teks Sang Hyang Kamahayanikan bukan sekadar dokumen sejarah spiritual biasa. Melalui kacamata ilmu Brahma Widya, ia membedah bagaimana konsep realitas tertinggi, ketuhanan, serta jalan pembebasan (moksa) yang tertuang di dalam teks tersebut memiliki titik temu filosofis yang sangat kental dengan ajaran teologi Hindu Nusantara. Langkah dokumentasi dan analisis ini diambil guna membuka tabir sinkretisme luhur serta nilai spiritualitas universal yang menjadi karakter asli peradaban beragama di masa keemasan masa lampau.

Ketajaman visi Catur dalam meretas nilai esoteris naskah klasik ini diuji secara ketat oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat kredibel. Hadir sebagai penguji utama, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, bersama Dr. Prasanthy Devi Maheswari, S.Ag., M.Ag, memberikan bedah kritis terkait orisinalitas interpretasi naskah di lapangan. Sesi diskusi akademik berlangsung sangat dinamis, di mana para dewan pakar menelisik kekuatan metodologi hermeneutika yang digunakan mahasiswa agar mampu menghasilkan kesimpulan teologis yang sahih dan objektif.

Kualitas hasil penelitian ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta tanya jawab intensif bersama Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si dan Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H. Para penguji memberikan arahan penting mengenai kontekstualisasi nilai-nilai Sang Hyang Kamahayanikan agar dapat diimplementasikan dalam penguatan karakter spiritual umat Hindu di era modern. Sesi tanya jawab ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk memperkuat argumentasi ilmiahnya sebelum melangkah ke tahap penyempurnaan draf tesis akhir.

Keberhasilan dalam seminar hasil penelitian ini menjadi batu pijakan awal yang mantap bagi I Wayan Catur untuk menuntaskan studinya demi meraih gelar Magister Agama (M.Ag). Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh proses penyusunan tesis ini ke depan diberikan kelancaran serta senantiasa dalam tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari riset ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu teologi, serta menjadi literatur berharga dalam melestarikan warisan spiritual nusantara. -(tupasca)

Berita Terkait