Sinergi Teknologi dan Tradisi, Mahasiswa S3 UHN Sugriwa Bedah Strategi Pariwisata Badung Berbasis Tri Hita Karana
DENPASAR – Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar ujian proposal disertasi yang krusial bagi pengembangan ilmu komunikasi dan pariwisata Bali. Mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi Hindu, I Gede Suputra Widharma, secara resmi memaparkan rancangan penelitiannya yang mengeksplorasi penguatan promosi pariwisata melalui sentuhan teknologi modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai leluhur.
Ujian yang berlangsung pada Senin (09/03/2026) ini mengangkat judul penelitian yang sangat relevan dengan tantangan zaman: “Integrasi Teknologi Komunikasi Berbasis Kearifan Lokal Tri Hita Karana dalam Promosi Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Badung.” Dalam paparannya, Suputra menekankan bahwa digitalisasi pariwisata di Kabupaten Badung tidak boleh kehilangan jati diri, melainkan harus mampu mengomunikasikan keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan—sebuah konsep fundamental dalam Tri Hita Karana.
Bertempat di Ruang Ujian Program Pascasarjana UHN Sugriwa, suasana akademik terasa begitu kental saat mahasiswa diberikan waktu selama 15 menit untuk mempresentasikan inti pemikirannya. Suputra dengan lugas menjelaskan bagaimana teknologi komunikasi dapat menjadi jembatan bagi pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya mengejar kuantitas kunjungan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan kesucian budaya lokal sebagai daya tarik utama di “Gumi Keris.”
Diskusi berlanjut ke sesi tanya jawab yang dinamis bersama tujuh dewan penguji ahli. Tim penguji tersebut terdiri dari para akademisi ternama, yakni Prof. Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par; Dr. I Nyoman Kiriana, S.Ag., MA; Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag; Dr. I Wayan Wiwin, SST.Par., M.Par; Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag; Prof. Dr. Ida Ayu Tary Puspa, S.Ag., M.Par; serta Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H. Para penguji memberikan masukan kritis sekaligus apresiasi atas orisinalitas ide dalam mengawinkan teknologi komunikasi global dengan nilai kearifan lokal.
Kehadiran penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, baik secara teoritis dalam diskursus komunikasi Hindu maupun secara praktis bagi Pemerintah Kabupaten Badung. Dengan integrasi teknologi yang tepat, pesan-pesan pariwisata berkelanjutan diharapkan dapat tersampaikan secara efektif ke seluruh penjuru dunia tanpa menggerus nilai-nilai spiritual yang menjadi ruh pariwisata Bali, sehingga tercipta harmoni yang selaras dengan perkembangan era digital.
Ujian proposal ini menjadi langkah awal yang kokoh bagi I Gede Suputra Widharma dalam merampungkan studi doktoralnya. Dengan dukungan penuh dari para promotor dan dewan penguji, penelitian ini diharapkan dapat segera berlanjut ke tahap implementasi lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas serta memperkuat posisi Bali sebagai destinasi dunia yang tetap teguh pada akar budaya.(tupasca)