|

Bedah Kesejahteraan Desa Bugbug Lewat Tri Hita Karana, Ni Nyoman Kasih Jalani Ujian Tertutup di UHN Sugriwa

DENPASAR – Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali mencetak capaian akademik penting. Mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, Ni Nyoman Kasih, sukses menuntaskan Ujian Tertutup Penelitian pada Selasa (10/03/2026). Dalam sidang tersebut, ia membedah determinan kesejahteraan masyarakat pesisir Karangasem melalui kacamata filosofi Hindu.

Disertasi yang diuji berjudul “Determinan Kesejahteraan Masyarakat Desa Bugbug di Kabupaten Karangasem Berdasarkan Konsep Tri Hita Karana.” Melalui penelitian ini, Ni Nyoman Kasih memaparkan bahwa kesejahteraan masyarakat desa tidak hanya bergantung pada indikator material semata. Menurutnya, harmoni hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam (Palemahan) merupakan variabel kunci yang menentukan kualitas hidup masyarakat setempat.

Berlangsung di Ruang Ujian Pascasarjana UHN Sugriwa, suasana sidang terasa khidmat. Ni Nyoman Kasih diberikan waktu 15 menit untuk memaparkan poin-poin krusial hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji. Ia menekankan bahwa Desa Bugbug, yang memiliki potensi pariwisata besar, wajib menjadikan fondasi Tri Hita Karana sebagai pilar utama dalam menghadapi arus modernisasi agar kesejahteraan yang dicapai bersifat berkelanjutan.

Ujian tertutup ini menghadirkan dewan penguji yang terdiri dari sembilan akademisi dan pakar senior. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. I Made Suastika, SU, dengan anggota penguji antara lain Prof. Dr. Made Sri Putri Purnamawati, S.Ag., M.A., M.Erg; Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag.; Prof. Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par.; Prof. Dr. Dra. Ida Ayu Tary Puspa, S.Ag., M.Par.; Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, M.A.; Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag.; Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag.; dan Dr. I Wayan Widnyana, S.E., M.M., Ak., QIA.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung intensif, Ni Nyoman Kasih mampu mempertahankan argumentasi ilmiahnya dengan lugas. Para penguji memberikan masukan konstruktif mengenai relevansi data lapangan terhadap implementasi nilai keagamaan dalam keseharian warga Desa Bugbug. Ketajaman analisis dalam mengaitkan konsep teologis dengan realitas ekonomi kemasyarakatan menjadi poin yang mendapat apresiasi khusus dari dewan penguji.

Pencapaian ini membawa Ni Nyoman Kasih selangkah lebih dekat menuju gelar Doktor. Penelitian tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan strategis bagi pengembangan desa adat di Bali, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera secara lahir dan batin (Moksartham Jagadhita). Hasil pemikiran ini menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu agama sekaligus panduan praktis dalam meningkatkan kualitas hidup krama Bali yang selaras dengan ajaran Dharma.(tupasca)

Berita Terkait