Bedah Rahasia Lontar Kala Tatwa, Mahasiswa Pascasarjana UHN Sugriwa Gali Makna Semiotika Panca Dhurga
Denpasar – Kekayaan literatur kuno Bali kembali menjadi pusat perhatian dalam diskursus akademik di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Melalui kacamata wacana kritis dan semiotika, makna mendalam di balik teks-teks sakral Lontar kini diuji untuk relevansinya terhadap dinamika sosial masyarakat Hindu modern di Pulau Dewata.
Hal ini terungkap dalam Ujian Seminar Proposal Tesis yang ditempuh oleh mahasiswa Program Magister (S2) Pendidikan Bahasa Bali, I Nyoman Bimantara, pada Selasa (21/4/2026). Bertempat di ruang ujian Program Pascasarjana, Bimantara memaparkan rancangan risetnya yang berjudul “Analisis Wacana Kritis Panca Dhurga Dalam Lontar Kala Tatwa Kajian Semiotika Pada Masyarakat Hindu di Bali”. Riset ini dinilai sangat strategis dalam memperkaya khazanah studi linguistik dan teologi Hindu.
Dalam sesi pemaparan yang berlangsung taktis selama 15 menit, Bimantara menjelaskan bahwa sosok Panca Dhurga dalam Lontar Kala Tatwa bukan sekadar representasi mitologi biasa. Melalui pendekatan semiotika, ia berupaya membedah tanda-tanda dan simbol-simbol yang merepresentasikan kekuatan alam serta psikologi manusia dalam teks tersebut. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman baru bagi masyarakat mengenai cara memaknai warisan leluhur secara kritis dan tidak tekstual semata.
![]()
Ketajaman visi Bimantara dalam merancang riset ini diuji langsung oleh dewan penguji yang dipimpin oleh pakar senior, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag. Bersama Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H, para penguji menyoroti pentingnya orisinalitas dalam menafsirkan teks Lontar agar tetap sejalan dengan koridor pendidikan bahasa dan sastra Bali yang terus berkembang.
Diskusi akademik semakin mendalam dengan masukan dari Dr. I Gede Suwantana, M.Ag dan Dr. I Made Dwitayasa, S.Ag., M.Fil.H. Sesi tanya jawab menjadi momentum krusial bagi Bimantara untuk memperkuat metodologi analisis wacana kritisnya. Para penguji menekankan bahwa keberhasilan tesis ini nantinya akan menjadi referensi berharga bagi praktisi pendidikan bahasa Bali dalam mengintegrasikan nilai-nilai sastra tradisional ke dalam metode pembelajaran modern.
Seminar proposal ini menjadi langkah awal yang kokoh bagi I Nyoman Bimantara menuju tahapan penelitian lapangan dan penyusunan tesis akhir. Diharapkan, hasil riset ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian Lontar sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Hindu di Bali melalui literasi sastra yang kuat. Teriring doa dan harapan terbaik, semoga proses penelitian ini senantiasa diberikan kelancaran dan kecerahan intelektual demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kejayaan kebudayaan Bali.-(tupasca)