|

Kupas Dinamika Karma Yoga, Mahasiswa S2 UHN Sugriwa Ni Luh Gede Tehniadi Bedah Implementasi Altruisme di Desa Adat Petiga

Denpasar – Praktik ajaran Karma Yoga atau jalan pengabdian tanpa pamrih merupakan salah satu pilar etika utama dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Namun, di tengah perubahan zaman dan dinamika sosial yang semakin individualis, implementasi ajaran altruisme ini mengalami pergeseran makna dan bentuk di berbagai komunitas adat. Merespons pentingnya memetakan dinamika moral tersebut agar tidak kehilangan akar spiritualitasnya, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar ujian akademik strategis guna mengupas realitas sosioreligius yang terjadi di pedesaan Tabanan.

Adalah Ni Luh Gede Tehniadi, mahasiswa Program Magister (S2) Brahma Widya, yang sukses mempertahankan hasil penelitiannya dalam Ujian Tesis pada Selasa (02/06/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Brahma Widya, ia memaparkan draf riset mendalamnya yang bertajuk “Pergeseran Implementasi Ajaran Altruisme Karma Yoga Di Desa Adat Petiga Marga Tabanan”. Penelitian ini dinilai sangat krusial dan relevan karena berupaya memotret secara otentik bagaimana konsep pengabdian suci diadaptasi oleh warga desa adat dalam menghadapi arus perubahan sosial yang semakin pragmatis.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Ni Luh Gede Tehniadi menjelaskan bahwa pergeseran Karma Yoga di Desa Adat Petiga bukan berarti hilangnya nilai pengabdian, melainkan adanya transformasi bentuk dari aktivitas komunal tradisional menuju pola-pola yang lebih fleksibel. Melalui kacamata ilmu Brahma Widya, ia membedah bagaimana generasi saat ini memaknai altruisme sebagai bentuk kontribusi sosial yang tidak lagi terbatas pada pengerjaan fisik semata, namun telah berkembang ke arah partisipasi berbasis keahlian dan efisiensi waktu. Langkah analisis ini krusial untuk memastikan bahwa roh altruisme tidak luntur meski bentuk implementasinya terus berevolusi.

Ketajaman visi Tehniadi dalam meretas nilai esoteris ajaran Karma Yoga ini diuji secara ketat oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat kompeten di bidang teologi dan filsafat Hindu. Hadir sebagai penguji utama, Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag, bersama Dr. Dra. Ni Wayan Sariani Binawati, M.Ag, secara kritis membedah landasan teoretis serta ketepatan pendekatan sosiologi agama yang digunakan peneliti. Sesi diskusi akademik berlangsung sangat dinamis, di mana para dewan pakar menelisik bagaimana kearifan lokal di Petiga mampu membentengi nilai altruisme dari pengaruh individualisme modern.

Kualitas tesis ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta sesi tanya jawab intensif bersama Dr. I Gede Suwantana, M.Ag dan Dr. I Made Adi Brahman, S.Ag., M.Fil.H. Para dewan penguji memberikan arahan penting mengenai penguatan metodologi dan validitas data lapangan agar riset ini mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang kuat bagi desa adat dalam merawat semangat gotong royong. Sesi tanya jawab tersebut menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk mempertahankan argumentasi ilmiahnya, sekaligus menyempurnakan naskah tesisnya sesuai standar baku karya ilmiah tingkat magister yang kredibel.

Keberhasilan dalam ujian tesis ini menjadi batu pijakan awal yang mantap bagi Ni Luh Gede Tehniadi untuk menuntaskan studinya demi meraih gelar Magister Agama (M.Ag). Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh proses penyelesaian studi ini ke depan diberikan kelancaran serta senantiasa dalam tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari riset ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu teologi Hindu Nusantara, serta menjadi lentera intelektual dalam menjaga nyala api semangat pengabdian altruis bagi generasi penerus bangsa. -(tupasca)

Berita Terkait